Koran Warta Kota

Berharap Ketemu Meski Cuma Kelingking

Damsyik (45) mengaku sempat lemas mendengar Basarnas menghentikan operasi pencarian korban Lion Air PK-LQP terhitung sejak Sabtu sore.

Warta Kota
Badan SAR Nasional (Basarnas) menghentikan operasi pencarian korban Lion Air PK-LQP terhitung sejak Sabtu (10/11/2018) sore. 

DAMSYIK (45) mengaku sempat lemas mendengar Badan SAR Nasional (Basarnas) menghentikan operasi pencarian korban Lion Air PK-LQP terhitung sejak Sabtu (10/11/2018) sore.

Padahal, nasib sepupunya Diah Damaryanti belum jelas.

"Kemarin dari Basarnas bilang dihentikan. Sebetulnya saya agak lemes mendengarnya. Kita juga udah bingung, gimana lagi. Tapi kemarin saya datang ke Tim DVI, katanya masih banyak yang belum teridentifikasi. Jadi kita semangat lagi," kata Damsyik di RS Polri Kramat Jati, Minggu (11/11/2018).

Kini ia tinggal berharap, di antara body part yang sedang diidentifikasi oleh Tim DVI di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, ada body part Diah.

Toh Damsyik tak menutupi bahwa ada keresahan terhadap anggota keluarganya yang hingga kemarin belum ditemukan atau teridentifikasi.

Terlebih dengan seiringnya waktu, tentu kondisi jenazah akan menyulitkan proses identifikasi.

Walau begitu Damsyik mengaku hanya bisa menunggu pihak DVI yang terus bekerja.

Beberapa data-data ante mortem pun telah ia serahkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati sebagai data pembanding proses identifikasi.

"Cuma kan ya semakin tambah hari, semakin habis ya. Kalau ternyata sepupu saya nggak ada, saya nggak bisa apa-apa. Saya juga bingung harus gimana," katanya.

Ditegaskan Damsyik, dirinya saat ini tinggal menaruh harapan kepada Tim DVI untuk segera menemukan jenazah sepupunya tersebut.

Ia belum mau berpikir lebih jauh jika sepupunya tidak ditemukan.

"Intinya saya nggak mau berpikir yang lain dulu. Saya di sini hanya terus berdoa dan berdoa, semoga, walaupun sekecil apa pun jasadnya, bagian tubuhnya. yang penting ada. Jangan sampai nanti finalnya selesai, Basarnas selesai, DVI selesai, terus nggak ada (jenazahnya). Semua keluarga di rumah sekarang menunggu," ucapnya.

Terkait pengembalian barang-barang korban yang ditemukan, Damsyik mengaku tidak terlalu membutuhkan hal itu.

Keluarga besarnya hanya ingin jenazah Diah teridentifikasi dan dapat segera dimakamkan dengan layak.

"Kita sebenarnya tidak membutuhkan hal itu (barang-barang). Yang kita butuhkan hanya hasil identifikasi. Jasad sepupu saya ditemukan, walaupun, maaf, hanya kelingking pun, yang penting ada. Itu yang kita harapkan sampai saat ini," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved