Sabtu, 11 April 2026

Pilpres 2019

Eggi Sudjana Bilang Banyak PNS dan Anggota TNI Dukung Prabowo-Sandi tapi Malu-malu

"Kan survei bisa dibayar," ujar Eggi Sudjana, ditemui di D Hotel, Minggu (11/11/2018).

Penulis: |
TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Eggi Sudjana 

EGGI Sudjana, anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai, hasil survei tidak dapat menunjukkan siapa yang akan menjadi pemenang di Pilpres 2019.

Dia mengesampingkan hasil survei yang menunjukkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin, unggul. Menurutnya, banyak lembaga survei memenangkan Jokowi-Maruf Amin karena dibayar.

"Kan survei bisa dibayar," ujar Eggi Sudjana, ditemui di D Hotel, Minggu (11/11/2018).

Baca: Sebut Hal yang Dialami Rizieq Shihab di Arab Saudi Operasi Intelijen, Eggi Sudjana Seret Nama Ini

Dia membandingkan hasil survei dengan hasil penghitungan suara saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Hasil survei menunjukkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat unggul.

Namun, pada kenyataannya, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang memenangkan pertarungan. Berkaca dari hal itu, dia menilai hasil survei tidak dapat menjadi ukuran.

Untuk survei di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, kata dia, masih terdapat banyak hasil survei yang eror. Bahkan, dia menuding eror sampai 30 persen.

Baca: Fakhri Husaini Sebut Penunjukan Bima Sakti Sebagai Pelatih Timnas Perjudian Luar Biasa PSSI

"Misalnya, saya kritik juga tuh Denny JA (Lingkaran Survei Indonesia). Itu waktu mensurvei DKI yang menang Ahok, tetapi ujungnya kalah. Itu bagaimana? Survei 20 persen eror. Indo Barometer juga bagaimana si M Qodari?" Tanya Eggi Sudjana.

Dia menegaskan, seharusnya lembaga survei yang erornya banyak, jangan lagi mempublikasikan hasilnya ke masyarakat. Sebab, kredibilitas lembaga itu akan dipertanyakan.

Dia mengaku optimistis Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan memenangkan kontestasi. Sebab, dia menilai, terdapat sejumlah orang yang sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu.

Baca: Buruh Eskpedisi Tewas Tertimpa Saat Turunkan Alat Kesehatan di RSUD Budi Asih

Hanya, dia menambahkan, mereka masih merahasiakan atau tidak secara terang-terangan menunjukkan dukungan.

"Misalnya PNS, lalu dari militer. Itu terang-terangan tak mau. Tetapi kalau di belakang layar 'saya Prabowo-saya Prabowo' gitu. Itu jumlahnya banyak ya, insyallah," ungkapnya.

Belakangan, sejumlah lembaga survei mengeluarkan hasil survei mengenai Pilpres 2019, salah satunya lembaga Y-Publica.

Berkaca dari hasil survei itu, tingkat elektabilitas Jokowi-Maruf Amin 53,9 persen pada Oktober. Sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 28,3 persen. Sedangkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla sebesar 72,2 persen. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved