Pemuda Cibitung Cabuli Bocah SD Kelas 2 di Toilet Masjid

pelaku terangsang melihat korban yang buang air di kamar mandi yang tidak dikunci

Pemuda Cibitung Cabuli Bocah SD Kelas 2 di Toilet Masjid
istimewa
Pelaku pencabulan Bocah SD di Cibitung 

Andri Suryanto (20) tega melakukan pencabulan anak Sekolah Dasar (SD) kelas 2 di toilet Masjid Al-Kautsar Perumahan Gramapuri, Jalan Dahlia, Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Kamis (1/11/2018) siang.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat Iptu Elman Telaumbanua mengatakan saat itu pelaku sedang duduk didepan toilet perempuan di masjid. Sementara korban saat itu pergi ke toilet sendiri lantaran orang tuanya sedang solat. Saat dikamar mandi pelaku langsung masuk dan meluk korban hingga meremas dadanya.

"Jadi memang kondisi masjid sepi karena sudah lewat dari waktu solat. Nah orang tua ini solat anaknya ikut. Engga tahu nya anaknya ingin buang air kecil, pelaku awalnya ngintip, hingga akhirnya nekad masuk kamar mandi lakukan pencabulan," katanya kepada Wartakota, Jumat (2/11/2018).

Beruntung aksinya diketahui seorang wanita yang ingin melaksanakan solat.

"Aksinya keburu ketahuan warga, anak itu teriak awalnya kalau tidak anak ini bisa mendapatkan perlakukan lebih bahkan hingga pemerkosaan," ucapnya.

Berdasarkan pengakuannya, lanjut Elman pelaku terangsang melihat korban yang buang air di kamar mandi yang tidak dikunci atau ada celah melihat kedalam.

Pelaku juga akui tindakannya itu lantaran adanya bisikan dari setan yang membuat ia ingin memegang anak tersebut untuk berbuat cabul.

"Pelaku nekad masuk dan peluk anak itu dari belakang. Anak itu kondisi celananya masih melorot terus pelaku juga remas dadanya," jelasnya.

Setelah aksinya kepergok, pelaku langsung melarikan diri tetapi keburu ditangkap warga tersebut dan orang tua korban.

"Pelaku sempat dihajar massa yang kesal akan tindakan pencabulannya itu sebelum polisi datang dan diserahkan ke Polsek," katanya.

Elman mengatakan pelaku dari Kosambi, Tangerang berencana menemukan temannya ke Cibuntu, Cibitung karena mencari pekerjaan.

"Info awalnya ini pelaku penculikan, setelah penyelidikan ternyata ini pelaku pencabulan. Itu terlihat tidak ditemukan dari tantangan pelaku membawa alat tertentu ataupun bersama orang lain ataupun kendaraan tertentu," jelasnya.

Kini korban berinsial P (7) yang masih duduk Sekolah Dasar (SD) kelas 2, masih dalam penangan tim psikologis untuk memulihkan trauma akan kejadian yang menimpanya.

"Anaknya masih pendampingan karena trauma, kita belum BAP korban pelan-pelan kita lihat psikologi anak masih trauma," paparnya.

Pelaku akan dikenakan Pasal 82 UU Perlindungan Anak ayat (1) dikenakan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved