Pesawat Jatuh
Artis Cantik Devita Rusdi Bersama PPK Bantu Polri Kumpulkan Data Korban Lion Air
Devita Rusdy mengatakan bahwa sebanyak 40 orang anggotanya silih berganti membantu proses identifikasi jenazah korban.
Laporan Wartawan WartakotaLive.com, Hamdi Putra
WARTA KOTA, PALMERAH - Organisasi Perempuan Peduli Keadilan (PPK) terjun langsung untuk membantu Polri dalam proses identifikasi jenazah para korban pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018).
Ketua DPD PPK Provinsi DKI Jakarta, Devita Prihartini alias Devita Rusdy mengatakan bahwa sebanyak 40 orang anggotanya silih berganti membantu proses identifikasi jenazah korban.
"Alhamdulillah hari ini adalah hari ke-3 DPD PPK DKI Jakarta menjadi relawan untuk mendata identitas korban. Kami masih bersinergi dengan kepolisian mencari dan menelusuri data antemortem dari pihak keluarga korban," ujar Devita Prihartini kepada Warta Kota, Kamis (1/11/2018).
Terjunnya anggota DPD PPK DKI Jakarta adalah untuk menindaklanjuti pertemuan dengan Kombes Pol Putut T Widodo, Kepala Laboratorium DNA Biddokpol Pusdikkes Polri dan Kombes Pol Agustinus MHT selaku Kepala Laboratorium dan Klinik Odontologi Kepolisian (LKOK), pada Selasa (30/10/2018).
"Kombes Putut dan Kombes Agus meminta kami untuk menjadi relawan, membantu beliau-beliau itu. Karena dari kepolisian sendiri juga kewalahan mengumpulkan data dari keluarga korban, seperti bagaimana ciri-ciri korban sebelum berangkat, apa yang dia pakai dan sebagainya," tutur wanita yang juga menjadi dewan pembina seni anak-anak jalanan tersebut.
Sebagai informasi, Antemortem adalah data-data fisik khas korban sebelum meninggal dunia.
Mulai dari pakaian atau aksesoris yang terakhir kali dikenakan, barang bawaan, tanda lahir, tato, bekas luka, cacat tubuh, foto diri, berat dan tinggi badan, serta sampel DNA.
Sedangkan Postmortem merupakan data-data fisik yang diperoleh melalui personal identification setelah korban meninggal dunia.
Seperti sidik jari, golongan darah, konstruksi gigi dan foto diri korban pada saat ditemukan lengkap dengan barang-barang yang melekat di tubuhnya dan sekitarnya, bahkan termasuk isi kantong pakaiannya.
Selama kegiatan pendataan tersebut, Devita Prihartini dan anggotanya mengaku mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengalaman baru yang tentunya akan berguna sekali bagi organisasi mereka.
"Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan di sana. Tadinya kami tidak tahu apa-apa dan kami bertanya. Alhamdulillah Kombes Putut dan Kombes Agus bersedia menjelaskan dengan baik sehingga kami mengerti. Saat kami berada di ruangan DVI, kami menyaksikan langsung keluarga korban dan cara pemeriksaannya. Ternyata memang tidak mudah," ucap Devita Prihartini.
Selain membantu Polri dalam mengidentifikasi korban, kepedulian yang ditunjukkan anggota DPD PPK DKI Jakarta merupakan bentuk panggilan jiwa atas apa yang dirasakan oleh keluarga korban.
Menurutnya, cara terbaik untuk merasakan kesedihan orang lain adalah dengan menempatkan diri dalam posisi orang tersebut.
"Kami melihat langsung keadaan keluarga korban. Kami sangat prihatin sekali. Menangis sudah pasti, bahkan ada yang sampai pingsan. Bagaimana kalau kita yang ada di posisi mereka? Apa yang mereka rasakan kami juga bisa rasakan. Sehingga kami bisa memberikan dukungan, semangat dan menghibur kesedihan mereka semua. Bagaimana supaya mereka mengikhlaskan dan tetap dalam kesabaran," ucap Ketua DPW Puan PAN DKI Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20181101artis-cantik-devita-rusdi-bersama-ppk-bantu-polri_20181101_184608.jpg)