Senangnya Kalau KRL Sampai ke Karawang
Pemkab Karawang mengusulkan Kereta Rel Listrik ( KRL) atau Commuter Line sampai Stasiun Cikampek, Karawang, Jawa Barat.
PEMERINTAH Kabupaten Karawang mengusulkan Kereta Rel Listrik ( KRL) atau Commuter Line sampai Stasiun Cikampek, Karawang, Jawa Barat.
Tujuannya tidak lain untuk memangkas jarak tempuh Karawang-Jakarta. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang Eka Sanatha mengungkapkan, pihaknya mendapat banyak masukan perihal dari masyarakat perpanjangan KRL sampai ke Stasiun Cikampek, termasuk dari para pelaku usaha.
Menurut mereka, perpanjangan rute KRL ini untuk memudahkan mobilitas masyarakat dari dan ke Karawang.
"Selama ini banyak pengguna commuter line yang tinggal di Karawang. Kami ingin memudahkan masyarakat," ujar Eka, Selasa (23/10/2018).
Selain itu, kata dia, adanya KRL sampai Karawang bisa memangkas jarak tempuh dari kabupaten berjuluk lumbung padi ke Ibukota Jakarta tanpa terhalang kemacetan.
Menurutnya, hal tersebut juga mengurangi tingkat kemacetan dari Karawang hingga Jakarta.
"Kalau dengan KRL dua jam bisa sampai Jakarta. Sementara jika dengan transportasi darat lainnya (mobil, bus) tidak bisa diprediksi," tambahnya.
Baca: Stasiun Manggarai Dibangun, Jalur KRL Bogor Dialihkan Ke Jalur 8 dan 10
Surat pengusulan tersebut, lanjutnya, tinggal menunggu teken dari Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.
"Saat ini sedang proses. Mudah-mudahan secepatnya bisa disampaikan kepada pemerintah pusat," katanya.
Riri, salah seorang warga Klari, Karawang, berharap KRL sampai Karawang. Selain murah, KRL bisa memangkas waktu tempuh ke Tambun, tempat ia bekerja.
Riri bekerja sistem shift pagi dan siang. Jika shift pagi ia masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB. Sedangkan jika shift siang ia masuk kerja pukul 14.00 WIB dan pulang pukul 21.00 WIB.
"Saya bekerja di Tambun. Biasanya, saya naik motor atau Kereta Rel Diesel (KRD). Terkadang juga menggunakan bus atau angkot," ujar Riri.
Baca: Di Stasiun Bekasi, Penumpang KRL Berjubel di Pintu Masuk
Riri mengaku harus berpacu dengan waktu untuk sampai tempatnya bekerja tepat waktu. Jika naik KRD Jatiluhur Jurusan Tanjung Priok, ia harus berangkat pukul 5.24 WIB dari Stasiun Klari.
Sebab, jika naik KRD pukul 06.28 WIB kereta penuh dan tak jarang terlambat sampai Stasiun Tambun.
Tak hanya saat berangkat, saat pulang kerja, Riri juga harus berpacu dengan waktu, terutama saat pulang dari shift siang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180814perpanjangan-waktu-tempuh1_20180814_170615.jpg)