TNI Bantu Korban Gempa Palu Melahirkan
DUKA masih menyelimuti korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.
DUKA masih menyelimuti korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.
TNI pun diterjunkan untuk mengevakuasi korban selamat hingga membantu persalinan seorang ibu di posko pengungsian.
Potret pentingnya kehadirqan TBNI di lokasi benacana terekam dalam video yang diunggah oleh Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat lewat akun twitter @tni_ad dan channel Youtube @TNI pada Senin (7/10/2018).
Dalam video berdurasi satu menit itu anggota TNI yang berasal dari Batalyon Kesehatan 1 atau Yudha Krida Husada (YonKes 1 Kostrad) tengah menolong sejumlah korban selamat bencana alam. Terlihat beberapa orang anggota TNI tengah menggotong seorang korban dari balik reruntuhan.
Para korban yang terluka dibawa dan dirawat di Rumah Sakit Lapangan yang berada di halaman Rumah Sakit Tentara (RST) Tk IV Wirabuana, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Salah satunya adalah seorang ibu yang tengah melahirkan. Beratapkan tenda dan beralaskan ranjang lipat, seorang ibu dibantu persalinannya oleh sejumlah anggota TNI hingga berhasil melahirkan.
Terlihat seorang anak bayi perempuan tengah dibersihkan dengan kondisi tali pusat sudah terpotong. Bayi tersebut ditempatkan dalam ranjang bayi bersamaan dengan sejumlah korban bencana lainya.
"Misi Kemanusiaan Satgas TNI AD, terjunkan Yonkes Kostrad dan dirikan Rumkitlap dalam rangka pelayanan kesehatan, bahkan membantu kelahiran pengungsi di Palu,' tulis admin dalam chanel Youtube @TNI pada Senin (7/10/2018).
Sebelumnya, peristiwa mengharukan lainnya juga terjadi pada Sabtu (6/10/2018) lalu. Seorang anak bernama Presilia Andini akhinya dapat bertemu dengan ayahnya, Petobo setelah sepekan berada di Rumkitlap Yonkes 1/1 Kostrad Palu.
Dikutip dari Situs resmi Kostrad, kostrad.mil.id; Presilia Andini akhirnya bisa kembali kekeluarganya pasca berhasil dikeluarkan relawan serta prajurit Kostrad dari bawah puing-puing bangunan yang menimbunnya.
(http://kostrad.mil.id/post_penugasan/rumkitlap-yonkes-1-kostrad-di-palu-pertemukan-presilia-andini-dengan-keluarganya/)
Presilia ditemukan dengan posisi saling berpelukan dengan ibunya yang sudah tak bernyawa. Keduanya tertimbun reruntuhan kediaman mereka di Perumnas Balaroa.
“Sedih juga melihat anak ini. Menangis terus memanggil ibunya yang sudah tidak ada. Dia ditemukan tiga hari setelah gempa. Saat relawan menemukannya di reruntuhan bangunan rumah, anak ini berpelukan dengan ibunya yang telah meninggal dunia,” kata Serka Dedy Handoko dari Yonkes 1 Kostrad.
Selama dirawat di Rumkitlap Yonkes 1 Kostrad, anak usia empat tahun itu diberikan dukungan moril serta hiburan. Cara ini diharapkan bisa memperbaiki dan menormalkan suasana hatinya, dan tidak lagi trauma.
Rencananya, Ayu yang kini telah yatim piatu akan dibawa ke Kota Makassar. Ia ikut pamannya yang telah bersedia mengasuh dan merawatnya. Bocah perempuan satu-satunya ini juga sudah tak lagi memiliki ayah. Ayahnya berpulang sebelum gempa dan tsunami melanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20181004-gempa-palu_20181004_172553.jpg)