Seminari St Vincentius a Paulo Garum Belajar 'Creative Writing' dan 'Speed Reading' Bersama PGU
Selain Creative Writing dan Speed Reading, sebanyak 96 siswa SMAK Seminari Garum mengikuti pelatihan Mind Map, Doa Hati, dan Dinamika Komunikasi.
“MAS, Kami sudah mendatangi beberapa tempat, tetapi tidak juga dapat berita. Bahkan kantor Polsek Garum yang Kami datangi, petugasnya meminta surat tugas liputan,” kata salah seorang siswa SMAK Seminari Garum, Blitar, Jawa Timur.
Ia bersama tiga orang rekannya baru tiba di Aula Seminari Menengah St Vincentius a Paulo Garum, Blitar, usai diminta latihan liputan.
Seorang pendamping yang disapa ‘Mas’ lalu menjawab, “Bener nih ngga dapat berita? Coba deh ngga usah ke instansi atau kantor resmi, tapi langsung ke lapangan saja, seperti pasar atau stasiun.”
“Kalian amati kawasan itu, apa yang menarik untuk dijadikan berita. Kan berita itu ngga cuma berdasar penting atau tidak pentingnya untuk diinformasikan atau diberitakan, tetapi bisa juga dilihat dari sisi menarik atau tidak menariknya,” katanya.


“Jadi Kami harus kembali cari berita Mas?” tanya mereka seolah tak percaya.
“Yap. Silakan kembali ke lapangan dan tidak boleh ‘muntaber’ alias ‘muncul tanpa berita’ ya!” jawab Si Pendamping.
“(Hehehe...) Baiklah Mas..,” tutur keempat Seminaris yang dengan semangatnya segera beranjak untuk kembali liputan ke lapangan.
Aktivitas belajar liputan ala wartawan tersebut merupakan bagian dari latihan Creative Writing dengan dasar Jurnalistik yang diikuti 96 Seminaris (siswa Seminari, red) dan 15 staf Seminari Menengah St Vincentius a Paulo Garum.


Selain Creative Writing, mereka juga mendapat pelatihan Speed Reading, Mind Map, Doa Hati, dan Dinamika Komunikasi selama dua hari, bertepatan dengan Hari Pembinaan Komunitas (HPK) Seminari Garum, Jumat (28/10/2018) dan Sabtu (29/10/2018).
Pelatihan ini diberikan oleh tim trainer dari Paguyuban Gembala Utama (PGU) Pusat, Jakarta. Mereka adalah Intony Yuswanto, Sigit Setiono, Frederick Ery Mahatma, dan JS Agaprihanto.
PGU merupakan perkumpulan para mantan atau eks-Seminaris, baik yang menjadi imam maupun tidak, dari seluruh Seminari di Indonesia.


“Pelatihan ini tak lepas dari salah satu misi PGU, yaitu ikut mengembangkan pendidikan Imam, di mana posisi PGU menjadi mitra Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI),” kata Ery, saat memperkenalkan PGU.
Lebih lanjut dikatakan, “Di sisi lain, pelatihan yang Kami berikan dengan cuma-cuma ini merupakan ungkapan rasa terima kasih Kami yang juga pernah mengenyam pendidikan terbaik di seminari.”
“Semoga waktu yang ada ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan apa yang disharingkan dalam dua hari ini sungguh bermanfaatkan khususnya bagi rekan-rekan Seminaris,” imbuhnya.
Pentingnya Komunikasi

