Wati Mendapatkan Kekerasan Ketika Menjadi TKW di Hongkong
Berjuang bekerja di Hongkong, Wati Mendapatkan Kekerasan Ketika Menjadi TKW di Hongkong.
WARTA KOTA, PALMERAH----Di sebuah rumah mewah di Hongkong, Nyonya Lim mengajak Wati yang baru didatangkannya dari Indonesia.
Begitu membuka pintu mobil mewah warna putihnya, senyuman Nyonya Lim mengembang.
Ia senang Wati mau bekerja bersamanya, meski harus meninggalkan Indonesia.
Namun senyuman Nyonya Lim mendadak berubah menjadi dengki.
Nyonya Lim sewot setiap kali melihat Wati. Ia bahkan meminta Wati untuk tidak masuk kedalam rumah mewahnya melalui pintu depan, melainkan pintu samping yang berukuran lebih kecil.
Pintu depan rumah megahnya itu, kata Nyonya Lim --diperankan bintang sinetron Neni Anggraeni-- hanya boleh dipakai lewat tuan rumah dan tamu kehormatan saja, bukan untuk pekerja rumah-tangga seperti Wati.
"Pembantu lewat pintu samping," kata Nyonya Lim sinis sembari masuk ke dalam rumahnya.
Di kisah berikut, Wati harus berjuang agar tetap hidup selama bekerja di rumah Nyonya Lim di Hongkong.
Kekerasan yang dilakukan Tuan dan Nyonya Lim, serta kedua anaknya, membuat Wati hidup sengsara di negeri orang.
Siksaan tuannya dirasakan beragam oleh Wati selama di Hongkong.
Tak hanya sering dimasukkan paksa kedalam kolam renang, tubuh Wati juga kerap ditempel bara api, hingga disetubuhi anaknya.
"Wati ini perempuan teraniaya. Dia tertipu. Semula majikannya terlihat baik. Sampai di Hongkong, ternyata dia (Nyonya Lim) ini jahat," kata Wika Salim (26), pemeran Wati, Rabu (3/10/2018).
Gambaran tersebut terlihat ketika Wika memainkan peran Wati di sinetron episodik terbaru berjudul Tangis Kehidupan Wanita (TKW) yang syutingnya dilakukan di Cluster Lembrant H3, Perumahan Legenda Wisata, Jalan Transyogi, Cibubur, Kabupaten Bogor, sepanjang Rabu kemarin.
Dibawah naungan rumah produksi Multivision Plus dan arahan sutradara Shriddar Jetty, kisah-kisah dalam TKW senantiasa menghadirkan kisah-kisah inspiratif dari para perempuan yang berjuang, tak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga keluarga, meski banyak hal yang dihadapi, termasuk kekerasan.
Saat memainkan peran Wati, Wika dituntut Shriddar untuk terus memainkan emosinya, terutama sedih dan menangis.
"Beradegan menangisnya yang agak susah. Menjadi sedih lumayan berat, apalagi waktu untuk menghayati peran juga singkat," kata Wika yang mengawali kariernya sebagai pedangdut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/wika-salim_20181004_154334.jpg)