Kisah Pilu Nenek Rami Harus Berjuang Melawan Kanker Payudara di Tengah Ekonomi Terbatas

Di tengah keterbatasan ekonomi, Nenek Rami (86) harus berjuang melawan kanker payudara yang dideritanya medio tahun 2014 lalu.

Kisah Pilu Nenek Rami Harus Berjuang Melawan Kanker Payudara di Tengah Ekonomi Terbatas
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Nenek Rami saat ditemui di kediamannya di Kampung Jaha nomor 67 RT 02/04, Desa Malang Nengah, kecamatan Pagedangan, kabupaten Tangerang, Jumat (21/9/2018). 

DI tengah keterbatasan ekonomi, Nenek Rami (86) harus berjuang melawan kanker payudara yang dideritanya medio tahun 2014 lalu.

Berbalut kemeja bunga-bunga, Nenek Rami tampak gagah saat ditemui di kediamannya di Kampung Jaha nomor 67 RT 02/04, Desa Malang Nengah, kecamatan Pagedangan, kabupaten Tangerang, Jumat (21/9/2018).

Biarpun menderita penyakit berbahaya, Nenek Rami tidak menampakkan rasa sakit saat berbicara, wanita kelahiran 1932 itu masih lantang ketika menceritakan kisahnya.

"Ini kalau hujan atapnya bocor," ujar Nenek Rami saat menjelaskan keadaan rumahnya yang sederhana.

Kediamannya terhitung sederhana, banyak bagian atapnya yang bolong-bolong, hanya ada sebuah kasur dan lemari di ruang tengahnya.

Beberapa bagian temboknya masih menunjukkan batako yang belum diplester.

Nenek Rami menceritakan kisahnya pertama kali divonis mengalami kanker payudara di atas kasur ruang tengah.

"Awalnya nenek lagi misahin gabah dari padi, terus ada padi yang nyangkut di payudara nenek. Lama-lama lecet karena kan misahinnya harus digoyang-goyangin" kata Nenek Rami sambil tangannya bergerak naik turun menirukan gaya memisahkan gabah dari padi.

Selang setahun kemudian, terdapat benjolan yang mengeluarkan cairan di payudara Nenek Rami.

Khawatir dengan kesehatannya, akhirnya Nenek Rami memeriksa kondisi tubuhnya ke rumah sakit terdekat.

Halaman
1234
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved