Diberitakan Terlibat Dugaan Korupsi, TGB Keberatan dengan Istilah Aliran Dana

Ia mengatakan, cabang lembaga pendidikan yang ia pimpin punya hampir 1.000 cabang dan 16 ribu santri.

Diberitakan Terlibat Dugaan Korupsi, TGB Keberatan dengan Istilah Aliran Dana
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), mengklarifikasi pemberitaan media nasional bersama tim kuasa hukumnya di Penang Bistro, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018). 

MANTAN Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), membenarkan total uang sekira Rp 12 miliar dan US$ 165 ribu yang dikirim ke rekening pribadinya dan mantan istrinya, dalam rentang waktu 2009-2011, sebagaimana diberitakan sebuah media nasional.

Berita yang ditulis di majalah media nasional edisi 17-23 September 2018 itu menyebut adanya uang masuk ke rekening pribadinya sebesar Rp 7,36 miliar dan ke rekening istrinya ketika itu, Robiatul Adawiyah, sebesar Rp 4,785 miliar dan US$ 165 ribu.

Ia mengaku dirinya sendiri dan orang yang ia tugaskan, yang menyetor uang ke rekening pribadinya dan rekening mantan istrinya. Didampingi tiga pengacaranya, TGB mengatakan seluruh sumber dana tersebut adalah pendapatan sah.

Baca: Sukses Asian Games 2018 Bikin Indonesia Pede Ikut Bidding Olimpiade 2032

"Baik pendapatan saya sebagai gubernur, penghasilan saya sebagai gubernur, gaji, tunjangan, honor, insentif pajak daerah yang kalau dirupiahkan itu cukup menutupi apa yang disebut di majalah ini. Dan juga penghasilan saya di luar kapasitas saya sebagai Gubernur," kata TGB saat mengklarifikasi pemberitaan media nasional tersebut di Penang Bistro, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan penghasilannya selain sebagai Gubernur, yakni sebagai pimpinan lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan. Ia mengatakan, cabang lembaga pendidikan yang ia pimpin punya hampir 1.000 cabang dan 16 ribu santri.

"Di salah satu perguruan tinggi saja, omzetnya itu bisa sampai Rp 16 miliar sampai Rp 17 miliar per tahun," ungkap TGB.

Baca: Jokowi Targetkan Indonesia Finis di Posisi Tujuh Besar pada Asian Para Games 2018

"Apakah ketika proses divestasi saya tidak boleh menaruh uang di rekening? Sehingga semua yang saya setor dari gaji, penghasilan, dikaitkan dengan divestasi? Apa seperti ini? Tidak fair dalam memberitakan sesuatu," sambung TGB.

Dengan nada tenang, ia mengatakan, pemberitaan media yang menyebut istilah 'aliran dana' tersebut membuat seakan-akan ada pihak lain yang mengirimkan uang kepadanya.

"Terkait dengan masalah ada disebut aliran dana ke rekening. Mohon maaf, ketika menyebut aliran dana itu bisa teinsinuasi (tertuduh) seakan-akan ada pihak yang mengirimkan," tutur TGB.

Baca: Atlet Berprestasi di Asian Games 2018 yang Ingin Jadi Anggota TNI dan Polri Diberikan Karpet Merah

Berikut ini kutipan dari media nasional tersebut: "Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut dugaan korupsi divestasi penjualan saham pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat di Newmont pada periode 2009-2013. Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi menampung dana di rekening pribadi pribadi dan istrinya."

Kutipan tersebut disertakan foto TGB dan sejumlah data dengan judul Dugaan Pencucian Uang dan Gratifikasi.

Poin pertama menyebutkan adanya aliran dana sejumlah Rp 7,36 miliar dalam rentang waktu Januari 2009 sampai Mei 2011.

Poin ketiganya menyebutkan adanya penempatan dana ke rekening istri, Robiatul Adawiyah Rp 4,785 miliar dan US$ 165 ribu dalam rentang waktu Agustus 2009 sampai Oktober 2011. (Gita Irawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved