Sri Mulyani: Utang Itu Alat, Bukan Tujuan

Utang pemerintah pusat pada Juli 2018 meningkat sejumlah Rp 4.235 triliun.

Sri Mulyani: Utang Itu Alat, Bukan Tujuan
Kompas.com
Sri Mulyani 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani kembali menyinggung perihal utang pemerintah, dalam pidatonya di seminar nasional yang digelar oleh Kadin dan Apindo.

Di depan para pelaku usaha, Sri Mulyani mengatakan dalam setiap diskusi politik, utang pemerintah selalu menjadi pembahasan dan dipolitisasi.

"Dalam diskusi politik seolah-olah utang pemerintah banyak banget. Ada yang bilang kita harus kurangi utang habis-habisan," ujar Sri Mulyani di Grand Ballroom Kempinsky, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Baca: Jakarta Paling Banyak Pekerjakan PNS Koruptor

Utang pemerintah pusat pada Juli 2018 meningkat sejumlah Rp 4.235 triliun. Sri Mulyani menjelaskan, utang pemerintah tersebut ibarat pembiayaan oleh para pelaku usaha kepada perusahaannya.

Menurutnya, hal tersebut lumrah bagi perusahaan melakukan pembiayaan sebuah usaha melalui utang, untuk mengembangkan bisnisnya.

"Sama seperti bapak ibu pengusaha, utang itu bukan tujuan, tapi itu alat. Kalau usaha merosot, ingin ekspansi dan ingin profit lebih banyak, maka pembiayaan investasi apakah dengan utang atau uang sendiri, itu pilihan," paparnya.

Baca: Pemerintah Iklankan Pencapaian Kinerja di Bioskop‎, Jokowi : Itu Amanat Undang-undang

Menurut Sri Mulyani, hal tersebut sama ketika pemerintah membutuhkan dana untuk melakukan pembangunan.

Dengan tujuan tersebut, APBN didesain, sementara pembiayaan melalui utang merupakan satu di antara alat pembiayaan selain perpajakan.

"Kalau bicara di forum ini lebih mudah menjelaskan, saya baru bicara sedikit kepalanya sudah mengangguk-angguk," ujarnya.

Baca: Novel Bamukmin Harap Pengganti Sandiaga Uno Bisa Rangkul Umat Islam dan Tolak Reklamasi

Oleh karena itu, Sri Mulyani berharap mereka yang mengerti tentang fungsi utang, termasuk pengusaha, ikut membantu menjelaskan kepada masyarakat.

"Saya berharap pengusaha ya membantu menjelaskan," harapnya. (Brian Priambudi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved