Aksi Terorisme

Sebelum Vonis Dimulai, Abu Afif Dipeluk Erat Istrinya di Ruang Sidang

Terdakwa terkait kasus terorisme di Riau, Wawan Kurniawan alias Abu Afif, menjalani sidang di PN Jakarta Barat, Kamis (12/9/2018).

Sebelum Vonis Dimulai, Abu Afif Dipeluk Erat Istrinya di Ruang Sidang
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Terdakwa terkait kasus terorisme di Riau, Wawan Kurniawan alias Abu Afif, hadiri dan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (12/9/2018). Sebelum persidangan ini dimulai, nampak Abu Afif dipeluk erat istrinya di ruang sidang. 

TERDAKWA terkait kasus terorisme di Riau, Wawan Kurniawan alias Abu Afif, menghadiri dan menjalani sidang di Pengadilan Negeri  Jakarta Barat pada Kamis (12/9/2018).

Sebelum persidangan ini dimulai, nampak Abu Afif dipeluk erat istrinya di ruang sidang.

Terpantau, seorang wanita berbusaha serba hitam langsung menghampiri Abu Afif yang berpakaian tahanan bernomor punggung 49 tepat di depan meja hakim.

Wanita yang saat itu juga menangis, tak lain tak bukan yaitu istri Abu Afif.

Terpantau, Abu Afif menyabarkan sang istrinya dengan cara membalas memeluk.

Terlihat istri Abu Afif menangis seakan-akan tak menerima takdir yang dialami sang suaminya.

Usai memeluk dan mencium tangan suaminya berkali-kali, wanita bercadar tersebut langsung menyeka air mata dengan kain hitamnya, yang kemudian beranjak duduk di belakang.

Setelah itu, nampak petugas yang menjaganya segera melepaskan borgol, yang mengikat erat kedua tangan Abu Afif.

"Sebelum sidang dimulai, tadi si istri terdakwa (Abu Afif) melalui kuasa hukumnya itu, sempat minta izin untuk cium tangan si suaminya," ujar Soehartono, yang selaku Ketua Majelis Hakim di ruang sidang utama PN Jakarta Barat.

Diketahui dalam kasus ini Abu Afif merupakan orang yang pro dengan Islam radikal yaitu ISIS, terlibat dalam latihan pembuatan bom, hingga kepemilikan senjata api serta pelatihan semi militer di Riau.

Diketahui pada persidangan sebelumnya pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), sudah menuntut Abu Afif selama 13 tahun penjara.

Tidak hanya itu, namanya juga muncul dan disebut sebagai provokator ‎kerusuhan di Rumah Tahanan atau Ruko Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5/2018) malam.

Kejadian itu, berawal dari dirinya yang tak ingin terima makanan yang dibawakan keluarganya, dan dilarang masuk oleh petugas.

Maka ia pun diduga kuat sebagai tokoh yang memprovokasi ke tahanan-tahanan lain untuk bisa melakukan penyerangan di Mako Brimob Kelapa Dua. (BAS)

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved