Cara Merawat Kulit, Kenali Masalah Kulit dan Perawatannya
Cara merawat kulit, kenali masalah kulit dan perawatannya. Masalah kulit gatal, kering, dan terkelupas kerap dialami manusia.
WARTA KOTA, PALMERAH---Masalah kulit gatal, kering, dan terkelupas kerap dialami manusia, baik muda maupun tua.
Namun masih banyak yang menyamakan perawatan kulit semua golongan usia. Padahal ini keliru besar.
Menurut pakar perawatan kulit anak, dr Matahari Arsy SpKK, dari Bamed Healthcare, beda usia, beda pula jenis penyakit kulit, dan cara penanganannya.
Baca: Reguk Jus Pepaya Cegah Jerawat Bercokol di Wajah Mulus Anda
Arsy menjelaskan, permasalahan kulit yang sering dihadapi anak adalah eksim popok dan eksim atopik.
Eksim popok, yaitu kondisi kulit di area selangkangan dan bokong bayi kemerahan hingga bruntusan.
Eksim atopik memiliki ciri-ciri kulit kering lalu gatal, ruam kemerahan, retak kulit pada lipatan kulit, penebalan kulit, hingga eksudat (pengeluaran cairan kulit).
Terapi utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan kulit anak, kata Arsy, adalah dengan edukasi orangtua mengenai penyakitnya, cara merawat kulit area popok, dan obat tambahan yang diresepkan sesuai kondisi eksim anak.
Baca: Kiat Ampuh Tidak Jerawatan Ala Velove Vexia Ini Patut Dicontoh
"Perawatan disesuaikan dengan keadaan eksim saat itu, seperti derajat keparahan, luas infeksi, kondisinya kering atau basah, lokasi, serta apakah mengganggu tidur atau tidak," ujar Arsy saat edukasi media dalam acara 'Sewindu Bamed Melayani' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Menurut Arsy, penggunaan sabun antiseptik, sering cuci tangan, pengolesan minyak dan bedak ke badan anak, penggunaan tisu basah, dan penggunaan sunscreen itu penting, tetapi harus dilakukan secara tepat.
Bila tidak benar, kata Arsy, dapat menimbulkan iritasi.
Beranjak dari anak-anak ke remaja, masalah kulit yang dialami pun akan berbeda.
Baca: Wajah Tak Berminyak Berkat Masker Buah
Ahli perawatan kulit remaja, dr Martinus SpKK, mengatakan, permasalahan kulit tersebut meliputi jerawat, kulit berminyak, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi akne (HPI), yaitu perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, yang terjadi setelah peradangan kulit akibat jerawat.
Di samping itu, menurut Martinus, para remaja sering mengeluhkan adanya skar akne (kerusakan permanen pada jaringan kulit akibat gangguan pada proses penyembuhan luka jerawat), body odor (bau badan), dan keringat berlebih berupa peningkatan produksi kelenjar keringat yang menyebabkan bau badan khususnya di daerah ketiak, kelamin dan telapak kaki.
"Umumnya remaja akan mulai inisiatif untuk mencari perawatan kulit saat memasuki masa pubertas, dimana mulai timbul kelainan kulit akibat pengaruh hormon androgen," ujar Martinus.
Beberapa treatment yang bisa dilakukan oleh remaja bergantung pada keluhan yang dialaminya.
Jerawat dan HPI dapat dilakukan terapi tambahan yaitu ekstraksi komedo, penyuntikan kortikosteroid intralesi (KIL) untuk lesi yang berbentuk nodus dan lesi yang meradang, chemical peeling, mikrodermabrasi, dan laser NdYag.
"Skar akne dapat diterapi dengan laser CO2, chemical peeling, dan mikrodermabrasi. Sedangkan untuk bau badan dan keringat berlebih diperbaiki dengan terapi injeksi Botulinum Toxin," ujar Martinus.
Baca: Hati-hati, Salah Pakai Kondisioner Rambut Bisa Berminyak
Untuk kelompok usia dewasa, dr Jonathan R Subekti, SpKK, memaparkan, masalah kulit yang umum terjadi adalah proses aging atau penuaan yang sebenarnya sudah terjadi sejak kecil, dimana setiap sel di tubuh mengalami proses pematangan, kemudian mati dan digantikan dengan sel yang baru.
"Pada kulit, proses penuaan ini dapat mulai terlihat pada wajah pria dan wanita setelah berusia di atas 23 tahun berupa kerutan, flek, urat-urat halus pada wajah, stretch-mark, hingga selulit pada badan," kata Jonathan.
Dia mengungkapkan, setiap orang memiliki tipe dan keadaan kulit yang berbeda. Ada yang kering, berminyak, keriput, kendur, hingga chubby.
Oleh karena itu, dibutuhkan treatment yang berbeda juga, baik dari tipe krim yang harus rutin digunakan sampai dengan pemilihan treatment yang harus dijalani agar memberikan hasil yang optimal.
"Sebagai contoh, krim yang dibutuhkan wanita 45 tahun tentu berbeda dengan yang dibutuhkan dengan wanita yang berusia 23 tahun. Secara anatomi, seiring berjalannya usia, kulit manusia menjadi lebih tipis sehingga butuh krim dan perawatan yang berbeda," kata Jonathan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160603-kecantikan-kulit-kosmetika_20160603_111943.jpg)