Bikin Macet, Sisa Tanah Galian di Jalan Gedong Panjang Dikeluhkan Warga

Sisa tanah galian di Jalan Gedong Panjang, tepatnya dari arah Pakin menuju Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, dkeluhkan warga.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sisa galian tanah di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara bikin macet, Rabu (5/9/2018) malam. 

SISA tanah galian yang berada di Jalan Gedong Panjang, tepatnya dari arah Pakin menuju Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, dkeluhkan warga.

Pasalnya tumpukan tanah bekas galian tersebut dibiarkan begitu saja.

Kondisi lalu lintas di lokasi tampak tersendat karena adanya sisa tanah galian yang
berada di pinggir jalan.

Pasalnya truk yang melintas memperlambat laju kendaraan karena tidak sedikit pengendara motor yang mengambil jalur tengah untuk menghindari sisa tanah galian.

Seorang warga, Doni (25) mengatakan tumpukan tanah galian itu merupakan akibat proyek pembangunan trotoar.

Ada banyak warga sekitar yang mengeluhkan sisa tanah galian yang dibiarkan begitu saja tersebut.

“Iya, di bagian itu (tanah galian) emang bikin macet, susah itu motor kalau lewat. Padahal itu bisa buat jalan satu mobil, berantakan jadinya,” ujar pria yang bekerja sebagai tukang parkir itu, Rabu (5/9/2018).

Sementara itu seorang pengendara motor, Gofur (23) mengeluhkan sisa tanah galian tersebut.

Pasalnya keberadaan tanah tersebut mengambil sebagian badan jalan dan menyebabkan kemacetan parah khususnya saat jam kerja.

“Kalau kayak begini, yang susah kita-kita juga. Bikin macet, berjam-jam di jalan cuma gara-gara ini. Seharusnya kan kalau udah selesai yang dirapihkan lagi, langsung diangkut tanahnya,” ucapnya.

Camat Penjaringan Mohammad Andri mengakui adanya sisa tanah galian yang menumpuk di Jalan Gedong Panjang.

Menurutnya proyek itu dilakukan Dinas Bina Marga DKI Jakarta dengan pembangunan oleh PT Jaya Konstruksi.

“Itu pengerjaan trotoar sekaligus perbaikan salurannya. PT Jaya Konstruksi yang bangun,” ungkap Andri.

Menurut Andri proyek tersebut sudah berjalan sejak dua bulan lalu.

Sementara untuk pengerjaannya pun masih berlangsung hingga saat ini.

Selain itu Andri mengatakan pihaknya mengajukan komplain terkait masalah tersebut.

“Saya sudah komplain ke Jakon (Jaya Konstruksi), kan mereka yang wajib merapikan. Sebagian sih sudah dirapikan, soalnya setiap ada foto temuan di lapangan langsung disampaikan ke Jakon. PPSU juga bantu merapikan sisa galian,” ujarnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved