Asian Games 2018
Ikarus, Pengantar Setia Para Atlet Asian Games 1962 Jakarta
Pemerintah mencatat ada sekitar 87 buah bus Ikarus yang digunakan dalam Asian Games 1962.
Padahal, di luar negeri, bus tersebut telah beristirahat selama empat tahun sehingga Indonesia harus menunggu suku cadang cukup lama.
Pemerintah mencatat ada sekitar 87 buah bus Ikarus yang digunakan dalam Asian Games 1962.
Ikarus pada masa Orde Baru
Pada masa orde baru, sistem transportasi darat mulai berkembang. Pemerintah melakukan perbaikan terhadap bus Ikarus yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan.
Seperti diberitakan Harian Kompas, 28 Mei 1993, Indonesia mulai menerapkan bus gandeng Ikarus.
Bus gandeng bikinan Ikarus tipe 281 diuji coba selama satu tahun oleh pemerintah.
Jika lulus ujicoba, bus bermesin DAF-Belanda ini bisa memperkuat armada di Indonesia, dan dimasukkan ke dalam negeri sebanyak 400 unit.
Bus ini beroperasi di Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Medan, dan Bandung.
Pada 1995, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut mendatangkan 43 bus Ikarus ke Indonesia. Bus ini merupakan proyek percontohan.
Bus Ikarus tersebut untuk keperluan lintas jarak jauh di Jabodetabek.
Sebanyak lebih dari 30 unit didatangkan dalam bentuk jadi, sedangkan sisanya akan dirakit di Indonesia dengan teknologi monocoque (tanpa chasis).
Sepuluh unit yang dirakit sendiri dengan teknologi tanpa chasis dikerjakan di bengkel PPD di Narogong, Bekasi Timur. Semua itu merupakan pengadaan 200 unit bis tempel bermesin disel (BBD)
Mesin diselnya berasal dari Detroit Diesel (AS), yang untuk Indonesia dengan agen tunggal PT Mabua Detroit Diesel, termasuk pelayanan pascajualnya. (Aswab Nanda Pratama)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com : Ikarus, Bus yang "Seliweran" Angkut Atlet pada Asian Games 1962 di Jakarta