Wantimpres: Kerukunan di Poso Kini Jadi Contoh Implementasi Nilai-nilai Pancasila
TIM Kajian Wantimpres tatap muka dan pertemuan dengan Bupati Poso Kol Mar (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu
Penulis: | Editor: Dian Anditya Mutiara
TIM Kajian Dewan Pertimbangan Presiden melaksanakan tatap muka dan pertemuan dengan Bupati Poso Kol Mar (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu didampingi wakil bupati Ir Samsuri Msi pada Kamis (23/8/2018).
Hadir juga dalam pertemuan tersebut para tokoh agama, tokoh masyarakat anggota Forkopimda, DPRD, organisasi pemuda serta sejumlah Ka. OPD terkait.
Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden sekaligus Penanggung Jawab Tim Kajian, Julie Trisnadewani Mangkusuwignyo mengatakan, kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan kajian tentang implementasi nilai-nilai Pancasila di Kabupaten Poso.
Terutama peran strategi budaya dalam menciptakan kerukunan dan kedamaian pasca konflik.
Anggota tim kajian yang hadir di Poso antara lain budayawan Ngatawi Al Sastrow, M. Faried Kabag Polhukam Wantimpres, Henry Sinarmata dan Toto Sugiarto.
Pada kesempatan itu Bupati menjelaskan tentang kondisi kabupaten Poso yg saat ini sudah semakin baik.
Masyarakatnya yang ramah, hidup damai saling mengasihi.
Kondisi ini jelas Bupati, tidak seperti informasi yang beredar di luar Poso.
Padahal Poso begitu aman dan damai serta terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung di daerah seribu megalitik itu.
Selain itu Bupati Darmin juga memperkenalkan berbagai obyek wisata baik wisata alam maupun situs pubakala yg sangat menarik untuk dikunjungi.
Menjawab pertanyaan anggota Tim Kajian bagaimana terjadinya kedamaian yg begitu cepat di Poso serta seberapa jauh nilai-nilai Pancasila itu tetap terpelihara, baik para tokoh agama, tokoh adat serta sejumlah peserta rapat secara tegas mengatakan bahwa sebenarnya kehidupan di Poso sebelumnya menganut budaya saling menghargai dan saling mengasihi dalam satu persaudaraan yang rukun dalam satu semboyan Sintuwu Maroso.
Semboyan Sintuwu Maroso inilah yang terus merekatkan tali persaudaraan sesama warga Poso sekaligus menjadi benteng agar tidak mudah dipengaruhi oleh paham-paham yg sengaja ingin memecah belah persatuan dan kerukunan yg telah tercipta selama ini.
Perdamaian di Poso melalui proses panjang atas dasar perjuangan bersama, termasuk kerja keras lintas agama yang sampai saat ini terus dipertahankan secara bersama pula.
Karena itu mereka berharap hasil perjuangan bersama ini terus terpelihara.
Menyinggung tentang kemungkinan adanya potensi munculnya kembali gejolak di Poso, Bupati Darmin mengatakan, semua daerah pasti ada potensi kerawanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180828-tim-wantimpres_20180828_113602.jpg)