Breaking News:

Arkeologi

Keju Tertua Berusia 3.300 Tahun Ditemukan di Reruntuhan Makam Kuno di Mesir

"Satu botol berisi massa keputihan yang dipadatkan, serta kain kanvas yang mungkin menutupi tabung atau digunakan untuk mengawetkan isinya,"

Penulis: Intan Ungaling Dian | Editor: Intan Ungaling Dian
Enrico Greco/University of Catania
Arkeolog mengklaim menemukan keju tertua berusia 3.300 tahun di dalam artefak guci ini di reruntuhan makam kuno Saqqara, Mesir. 

Penemuan keju tertua ini mungkin tidak sesuai persis yang diharapkan para pencinta keju.

Namun, bagi para arkeolog, penemuan di Mesir itu mereka anggap sebagai penemuan keju tertua di dunia.

Keju kuno yang berusia sekitar 3.300 tahun ditemukan di makam Saqqara, Ptahmes, Memphis, kota kuno Mesir.

Para peneliti dari Kementerian Pendidikan, Penelitian Italia, Universitas Catania Italia dan Universitas Kairo di Mesir, yang mengerjakan proyek penelitian tersebut.

Penelitian tersebut telah dipublikasikan di jurnal American Chemical Society, Analytical Chemistry.

Baca: Manfaat Astronomi Ungkap Rahasia Piramida Mesir Kuno yang Penuh Misteri

Mereka meneliti temuan artefak guci yang rusak di situs tersebut.

"Satu botol berisi massa keputihan yang dipadatkan, serta kain kanvas yang mungkin menutupi tabung atau digunakan untuk mengawetkan isinya," kata para peneliti dalam sebuah pernyataannya.

“Setelah melarutkan sampel, para peneliti memurnikan kandungan proteinnya dan menganalisisnya dengan kromatografi cair dan spektrometri massa," ucapnya.

"Peptida yang dideteksi oleh teknik ini menunjukkan sampel adalah produk susu yang terbuat dari susu sapi dan domba atau susu kambing," katanya lagi.

Penutup kanvas tampaknya lebih cocok untuk mengandung padatan, sebagai lawan dari cairan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved