Senin, 4 Mei 2026

Dua Titik Persimpangan Jalan Narogong Bekasi Diprediksi Macet Dua Tahun

Dua titik persimpangan di Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi diprediksi bakal mengalami kemacetan parah selama dua tahun hingga 2020.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Dua titik persimpangan di Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi diprediksi bakal mengalami kemacetan parah selama dua tahun hingga 2020. 

DUA titik persimpangan di Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi diprediksi bakal mengalami kemacetan parah selama dua tahun hingga 2020.

Kemacetan itu disebabkan adanya pembangunan jalan layang atau fly over Rawapanjang, Kecamatan Bekasi Selatan dan Cipendawa, Kecamatan Rawalumbu.

Pantauan Warta Kota di lapangan, kemacetan parah terjadi di persimpangan Cipendawa.

Jalan yang berstatus nasional ini terjadi penyempitan atau bottle neck sepanjang 50 meter yang mengarah ke Bekasi maupun Bantargebang.

Jalan yang awalnya setiap arah memiliki lebar 10 meter dengan dua lajur, kini berubah menjadi empat meter sehingga hanya terdapat satu lajur setiap arah.

Akibatnya, kemacetan di setiap arah mengular hingga ratusan meter.

Penyempitan terjadi karena adanya pengerjaan konstruksi tiang pancang fly over di sisi barat jalan yang mengarah ke Bekasi.

Kemacetan juga terjadi di Rawapanjang tepatnya di depan supermarket Lottemart Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, karena adanya pembangunan fly over.

Nantinya fly over yang dibangun ini akan menghubungkan Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Raya Narogong.

Sementara fly over di Cipendawa untuk mengurai kepadatan kendaraan di persimpangan jalan tersebut.

Namun di titik Rawapanjang kemacetan tidak begitu parah, kendaraan hanya mengular beberapa puluh meter saja.

Salah seorang pengendara motor, Abdullah (35) mengeluhkan minimnya sosialisasi dari pemerintah daerah terkait pembangunan tersebut.

Menurut dia, bila disosialisasikan dengan baik, maka masyarakat akan mencari jalan alternatif lain.

"Saya dari Bekasi Timur ingin ke Jatiasih. Kalau macet seperti ini kan, saya bisa lewat jalan lain seperti Jalan Raya Pekayon," kata Abdullah pada Senin (20/8/2018).

Dalam kesempatan itu, dia juga mengkritisi tidak adanya manajemen rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved