Sabtu, 11 April 2026

VIDEO: Begini Arti Kemerdekaan Bagi Warga Kampung Akuarium

Merdeka sih merdeka tapi ekonomi kita masih naik turun. Kita belum punya rumah, ini kan tempat tinggal sementara.

Editor: Ahmad Sabran

Walaupun Indonesia sudah merdeka dari penjajah sejak 73 tahun yang lalu, masih banyak masyarakat yang belum merasakan kemerdekaan yang hakiki.

Salah satunya dirasakan oleh warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak rumah mereka digusur pada 11 April 2016 silam, hingga kini nasib warga Kampung Akuarium tak kunjung ada kejelasan.

Di tengah reruntuhan dan puing-puing bekas penggusuran serta cuaca panas pantai Utara Jakarta, warga Kampung Akuarium hanya berlindung di bawah shelter atau tempat tinggal sementara yang dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta.

Listrik, air bersih, masalah sulitnya mendapatkan pekerjaan dan pendidikan bagi anak-anak Kampung Akuarium menjadikan kepiluan mereka semakin pedih.

Janji-janji pejabat DKI Jakarta ketika berkunjung ke Kampung Akuarium tatkala ada momen-momen tertentu hanya tinggal janji tanpa realisasi yang jelas.

Hal itulah yang membuat penghuni Kampung Akuarium belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Ketika Warta Kota menyambangi kampung yang tidak jauh dari Museum Bahari dan Menara Syahbandar itu pada HUT RI ke-73, Jumat (17/8/2018) siang, salah seorang warga yang bernama Dharma Diani menceritakan betapa pedihnya penderitaan yang mereka rasakan.

Baginya, arti kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan. Bahkan, sesungguhnya masih banyak warga Indonesia yang merasa terjajah, bukan oleh bangsa asing melainkan oleh pemerintah sendiri.

Kemerdekaan dalam pandangannya adalah bebas berekspresi, bisa memiliki tempat tinggal yang nyaman, memperoleh pendidikan yang laik dan dapat mencari nafkah dengan tenang melalui pekerjaan yang jelas.

"Itu juga bagian dari kemerdekaan. Tapi sesungguhnya itu masih belum kami dapatkan dan kami merasa belum merdeka. Sudah jelas tempat tinggal kami dirampas secara sepihak, identitas kami dibekukan tanpa kompromi. Itu jelas merampas kebebasan dan kemerdekaan kami. Hak kami atas negara ini atau hak untuk memperoleh kesehatan dan pendidikan dicekal karena identitas, tempat tinggal semuanya dirampas. Dijajah pemerintah sendiri itu pedih, pedih banget," Demikian kata Dharma Diani kepada Warta Kota.

Namun, warga Kampung Akuarium masih bersyukur karena bisa berlindung dari panas dan hujan di bawah tempat tinggal sementara yang telah dibangun.

Mereka berharap pemerintah dan para pejabat tidak hanya sibuk memperebutkan jabatan dan kekuasaan dan lupa dengan janji-janji yang telah terlanjur diumbar dan menjadi tumpuan harapan masyarakat.

"Harapan saya rumah sementara ini dibangun permanen," kata Baharuddin, warga Kampung Akuarium penghuni shelter Blok A20.

"Sudah merdeka tapi masih ada ganjalan. Listrik masih agak mahal, cari makannya susah sekarang. Kerjaan buat suami saya susah. Permintaan kami sembako yang stabil jangan mahal-mahal, kita kan orang susah," ucap Lis, penghuni shelter Blok A19.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved