Breaking News:

Pemerintah Bakal Kirim Obat ke Daerah Terpencil Pakai Drone

Pada tahap awal akan diuji coba di daerah kepulauan yang distribusinya masih sulit seperti Papua, Maluku, dan Kepulauan Riau.

ohioairships.com
ILUSTRASI 

PEMERINTAH berencana memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak alias drone, untuk pendistribusian obat.

Rencana tersebut mulai dikembangkan melalui rapat koordinasi yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomaritim) yang dihadiri Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, ide awal tersebut berasal dari tawaran Bank Dunia yang akan menggandeng perusahaan asal Amerika Serikat untuk pengadaan drone model Zeppelin.

Baca: Prabowo Subianto: Saya Ini Mantan Jenderal yang Takut Suntik dan Dokter

"Iya, Bank Dunia yang kasih rekomendasi untuk membantu masalah angkutan kesehatan, Bapak Presiden mau melihat itu," ujar Luhut Binsar Panjaitan saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2018).

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebutkan, drone tersebut memiliki daya angkut hingga 2,2 kilogram, sehingga bisa dimaksimalkan untuk banyak jenis obat.

Tidak hanya untuk pengiriman obat, tapi juga akan dimanfaatkan untuk pengiriman darah, terutama untuk membantu ibu yang melahirkan, juga vaksin.

Baca: Jokowi Pamerkan Hasil Pembangunan, Sandiaga Uno Ingin Suara Emak-emak Didengar

"(Obat) Untuk sakit kepala, sakit perut, kan tapi yang penting kan darah atau misalnya vaksin, tetapi kita mau coba yang akan vaksin, tapi bahaya jatuh, bocor, isinya bisa kena virus. Kalau darah, orang akan melahirkan ada pendarahan, harus dikasih oksitosin untuk pengobatan," papar Nila Moeloek.

Drone tersebut memiliki jarak tempuh hingga 75 kilometer, dan pada tahap awal akan diuji coba di daerah kepulauan yang distribusinya masih sulit seperti Papua, Maluku, dan Kepulauan Riau.

"Teknisnya, detailnya, saya mesti ngasih data puskesmas. Misalnya di sebelah barat itu Kepulauan Kepri. Pak Luhut bilang di Pulau Madura dong, dan satu lagi saya minta Maluku atau Papua," beber Nila Moeleoek. (Apfia Tioconny Billy)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved