Karena Sesat, Laura Theux Menjadi Wanita Depresi dan Introvert

Tantangan berat harus dilewati oleh Laura Theux dalam film terbarunya yang bertajuk 'Sesat: Yang Sudah Pergi Jangan Dipanggil Lagi'.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Laura Theux 

TANTANGAN berat harus dilewati oleh bintang film dan sinetron Laura Theux (22) dalam film terbarunya yang bertajuk 'Sesat: Yang Sudah Pergi Jangan Dipanggil Lagi'.

Film karya Sammaria Simanjuntak bersama Rapi Films ini, Laura Theux memerankan karakter Amara, seorang wanita atlet PON cabang olahraga lari yang memiliki cita-cita memenangkan perlombaan.

Namun dibalik itu, karakter Amara yang diperankan Laura Theux juga orang yang pendiam, tidak suka bercerita dengan orang, dan susah mengekspresikan diri.

"Tapi dibalik itu semua, Amara harus menerima kenyataaan papahnya meninggal dunia. Dimana papahnya sangat dekat sama dia. Papahnya meninggal, Amara jadi broken home gitu," kata Laura Theux ketika menghampiri kantor Redaksi Warta Kota dan Tribunnews, di Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

"Kemudian, beberapa hari papahnya meninggal, Amara pindah ke Desa Bramanyan, tinggal bersama Opa nya. Tapi hidup di Desa Bramanyan sebuah desa kecil yang berada ditengah hutan, malah semakin menderita disana," tambahnya.

Karena mendapatkan kehidupan yang menderita, Laura mengungkapkan menjadi Amara membuatnya sangat depresi hidup di Desa Bramanyan.

"Udah jatoh tertimpa tangga. Makanya ke Desa Bramanyan pindah ke sekolah disana, ketemu sama Rian. Ngobrol sama Rian ritual Bramayan," ucapnya.

Untuk menjadi orang yang pendiam dan introvert, aktris Sitkom The East yang berperan sebagai Beby itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Selain Amara yang memang introvert yang tidak mau terbuka dengan orang lain. Amara tuh depresi banget dan juga kehidupannya sedih setiap harinya," ucapnya.

Butuh waktu dua bulan untuk Laura mendapatkan dan masuk kedalam karakter Amara. Karakter itu terbawa sampai disela-sela menunggu proses pengambilan gambar.

"Jadi selama dua bulan aku membangun karakter Amara. Sampai aku enggak bisaa makan saat syuting berlangsung selama sebulan. Sampai teman-teman khawatir sama aku, 'Laura kenapa? Laura galau yah?'. Aku bilang, 'No... Ini memang karakter Amara begini' gitu," jelasnya.

Karena sudah terhanyut dengan kehidupan sedih dari Amara, Laura sampai tidak bisa makan. Walaupun dipaksa makan oleh teman-temannya, Laura tidak mau makan sedikit pun karena ingin totalitas memerankan karakter Amara.

"Aku sampai dibeliin makan karena enggak mau makan. Dibujuk-bujuk enggak mau makan juga. Karena memang sudah masuk karakter Amara. Untuk ngelepasnya aja butuh waktu sebulan. Jadi sebulan aku masih tetap sedih, depresi, dan tidak mau makan. Sampai berat badan aku turun 5 kg," ujar Laura Theux.

Film 'Sesat: Yang Sudah Pergi Jangan Dipanggil Lagi', mengisahkan tentang kehidupan Amara.

Usai ayahnya meninggal, Amara bersama mama dan adiknya terpaksa pindah ke rumah opa nya, yang terletak di desa terpencil di tengah hutan, bernama Desa Bramanyan.

Amara merasa janggal dengan desa tersebut, dikarenakan semua penduduknya orang tu, dna setiap matahari terbenam, para penduduk serentak keluar rumah membawa sajen sambil mengucapkan matra mengerikan.

Ternyata di desa itu terdapat sumur keramat bernama Beremanyan yang konon bisa mengabulkan permintaan. Dimana historinya, ada sebuah sumur yang dijaga oleh seseorang yang bernama Beremanyan.

Film yang rencananya akan tayang medio 23 Agustus 2018 mendatang, dibintangi antara lain oleh Laura Theux, Endy Arfian, Rebecca Klopper, Vonny Cornelia, dan Valerie Tifanka.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved