Minggu, 12 April 2026

Biar Tidak Jatuh Seperti Anies Baswedan Saat Bawa Moge, Ini Tipsnya

Jusri menjelaskan, motor yang berbeda juga menimbulkan karakter yang berbeda dari pengendara.

Editor: Ahmad Sabran
instagram Sudinhubjaktim
Anies Naik Moge Dishub 

Berkendara sepeda motor bisa jadi pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Salah satunya pada saat berkendara motor besar atau moge.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Apel Kesiapan Sarana dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta di Silang Monumen Nasional (Monas).

Setelah apel, Anies ingin mempertunjukan kebolehannya mengendarai motor yang akan dipakai untuk mengawal para atlet dan official VIP.

Memakai baju Dishub serta helm, Anies menaiki Motor Gede (MOGE) berjenis BMW K 1600 GTL Exclusive dan berputar sebanyak dua kali di area Monas.

Namun saat ingin berhenti, Anies belum sempat menapakan kaki sehingga tidak seimbang dan menyebabkan motor terjatuh.

Pakar keselamatan berkendara Jusri Pulubuhu mengungkapkan penggunaan sepeda motor, terlebih motor berukuran besar rentan kecelakaan.

Ini karena berkendara dengan moge membutuhkan fisik serta pengetahuan yang mumpuni untuk menjaga keselamtan. "Motor itu tidak kenal stabilitas saat bergerak. Adanya kesimbangan. Motor yang satu dengan yang lain punya karakter berbeda dan pengendara yang berganti motor wajib untuk beradaptasi terlebih dulu," ucap Jusri saat dihubungi Rabu (8/8/2018).

Jusri menjelaskan, motor yang berbeda juga menimbulkan karakter yang berbeda dari pengendara.

Terutama moge dimana bobot dan tenaganya cukup besar sehingga memerlukan kebijaksanaan bagi pengendaranya untuk dapat menjajal dari satu jenis motor ke motor lain.

Salah satu yang diperhatikan adalah cara berhenti yang benar dalam berkendara moge.untuk mencegah motor terjatuh atau rebah.

Pertama yang perlu diperhatikan adalah perubahan kecepatan menimbulkan gaya.

"Begitu motor bergerak dia punya gaya sentrifugal berubah. Saat berhenti gaya itu mengecil, saat bergerak beda lagi," ucap Jusri. Perhatian pertama saat perlambatan di bawah 30 kilometer per jam jangan rem mendadak.

Hindari penggunaan rem depan. Jusri menyarankan untuk menggunakan rem belakang. Sampai perlahan motor berhenti bergerak, pandangan pengendara harus eye level atau lurus ke depan.

"Jangan ke samping, atas atau bawah. Misal memandang ke bawah akan hilang keseimbangan," ucap Jusri.

Supaya bobot tubuh tidak terdorong ke depan dari kecepatan cepat ke lambat, pertahankan bobot tubuh agar tidak terdorong ke depan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved