Gempa Bumi
Gempa Lombok, Ini Permintaan Sam Aliano kepada Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat
Bahkan, foto-foto korban gempa yang beredar di media sosial juga banyak yang palsu atau bukan korban gempa Lombok.
PENGUASAHA muda fenomenal Sam Aliano meminta media tidak memberitakan dampak gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), secara berlebihan.
Sebab, pemberitaan yang berlebihan mengenai dampak gempa dapat memberikan citra buruk bagi dunia pariwisata dan roda perekonomian masyarakat NTB kelak.
Beredarnya banyak informasi menyesatkan (hoaks) tak luput dari perhatian Sam Aliano. Informasi hoaks itu berupa isu akan terjadinya gempa yang lebih besar dan diikuti tsunami.
Baca: Rizieq Shihab Minta Koalisi Keumatan Rangkul Partai Demokrat, Tak Perlu Khawatir Soal Logistik
Bahkan, foto-foto korban gempa yang beredar di media sosial juga banyak yang palsu atau bukan korban gempa Lombok.
"Para wisatawan, khususnya turis asing, akan melihat Lombok dan NTB sebagai destinasi wisata yang berbahaya atau tidak aman. Makanya tolong hentikan pemberitaan dampak gempa yang berlebihan serta stop menyebarkan hoaks," kata Sam Aliano kepada Warta Kota, Senin (5/8/2018) malam.
Sam Aliano mengimbau Pemprov NTB dan pemerintah pusat segera bergerak cepat menangani dampak gempa yang telah terjadi.
Baca: Berkoalisi, Partai Berkarya Dukung Siapapun Capres dan Cawapres yang Direkomendasikan GNPF Ulama
"Saya harap Pak TGB Zainul Majdi sebagai Gubernur NTB dan pemerintah pusat agar segera membersihkan jalan yang kena reruntuhan, serta memperbaiki rumah warga, tempat wisata, dan fasilitas umum lainnya yang rusak," tuturnya.
"Sehingga, wisatawan bisa kembali lagi ke Lombok atau NTB. Kalau dibereskan dengan cepat, ekonomi masyarakat juga akan pulih. Selain itu, iklan pariwisata Lombok harus lebih digencarkan lagi," sambung Sam Aliano.
Masalah lain yang perlu diperhatikan, menurut Sam Aliano, adalah jangan sampai dalam keadaan berduka ini terjadi gangguan penerangan berupa matinya arus listrik.
"Jangan sampai listrik mati lagi. Penanganan dampak gempa jadi terhambat. Kalau sampai terjadi lagi, ini masalah besar karena banyak kekacauan terjadi saat gempa dengan kondisi gelap. Warga yang sudah panik jadi makin panik dan berhamburan dalam keadaan gelap gulita. Terutama anak-anak yang melihat kejadian bisa trauma," beber Sam Aliano. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180706capres-cari-isteri16_20180707_000952.jpg)