Selasa, 21 April 2026

Ternyata Sejak Dulu Kali Sentiong Selalu Ditelantarkan, Begini Kisahnya

Pada tahun 1980-an, suasana Kali Sentiong memprihatinkan karena banyaknya sampah yang memenuhi sungai.

Editor: Murtopo
KARTONO RYADI
Anak-Anak yang berjejer melintang kali Sentiong ini tentu saja tidak berpijak pada dasar sungai yang memang dangkal. Hujan beberapa jam yang menyiram Jakarta kemarin ternyata cukup meluapkan air kali tersebut hingga ke jalan dan rumah-rumah penduduk sekitarnya. Anak-anak ini dengan memunguti plastik yang hanyut sambil berdiri di jembatan yang terendam air sungai. 

Kali Sentiong alias Kali Item selama ini tidak pernah diperhatikan, baik oleh warganya maupun oleh pemerintah.

Hanya ketika menjelang Asian Games 2018 saja, Kali Sentiong menjadi bahan perbincangan.

Kali Sentiong jadi ramai diperbincangkan lantaran kondisinya yang kotor dan bau dan letaknya dekat dengan wisma atlet Asian Games 2018.

Takut nantinya membuat malu tuan rumah, pemerintah lantas berupaya untuk membuat Kali Sentiong cantik dan tidak bau.

Kisah Kali Sentiong terus diikuti, seiring upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelang Asian Games 2018.

Kondisi Kali Sentiong yang berwarna hitam dan mengeluarkan bau dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan.

Sejumlah upaya dilakukan, salah satunya menutupinya dengan waring.

Pemerintah juga akan melakukan rekayasa dengan mengalirkan air ke Kali Sunter agar debit air dan bau yang ditimbulkan bisa berkurang.

Upaya lainnya dilakukan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) DKI Jakarta Peduli Sampah yang menyemprotkan 2.500 liter cairan mikroba ke Kali Sentiong.

Melihat kondisi Kali Sentiong alias Kali Item saat ini, bagaimana keadaan dan ceritanya di masa lalu?

Kali Sentiong masa lalu, "berjalan" di atas kali... Harian Kompas, 10 Oktober 1982, memberitakan, pada masa itu, Kali Sentiong ditumbuhi enceng gondok yang menyebabkan sampah-sampah tersangkut dan menumpuk.

Pada tahun 1980-an, suasana Kali Sentiong memprihatinkan karena banyaknya sampah yang memenuhi sungai.

Sementara, di kanan kiri kali berderet kakus umum yang digunakan warga untuk membuang hajat.

Selain itu, masyarakat juga mengambil air melalui pompa sumur yang ditanam di sekitar Kali Sentiong.

Warga yang tinggal di sepanjang Kali Sentiong juga tidak mendapatkan fasilitas air bersih.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved