Atlet Olimpiade Butuh Biaya Pengobatan Usus Anaknya

- Atlet peraih medali perunggu Olimpiade Sydney 2000 Winarni mengharapkan kesembuhan putranya Achmad Fariz Taufik yang berusia 2,5 tahun

Atlet Olimpiade Butuh Biaya Pengobatan Usus Anaknya
Kitabisa
atlet Angkat besi butuh bantuan dana 

- Atlet peraih medali perunggu Olimpiade Sydney 2000 Winarni mengharapkan kesembuhan putranya Achmad Fariz Taufik yang berusia 2,5 tahun menyusul kelainan bawaan lahir usus yang berkembang.

"Dokter bingung bagaimana memberikan makanan kepada Fariz. Tindakan yang diambil akan memberikan risiko," kata Winarni ketika dihubungi media di Jakarta, Minggu.

Winarni menyadari putranya memiliki kelainan yang disebut atresia esofagus itu ketika memuntahkan susu pada hari pertama saat dilahirkan di Pringsewu, Lampung.

"Fariz tidak boleh menelan makanan dan minuman. Dia hanya boleh menjilat makanan tetapi tidak dapat menelan," kata peraih gelar Juara Dunia Angkat Besi 1997 nomor kelas 50 kg itu.

Fariz lantas mendapat rujukan ke Bandar Lampung. Namun, dokter-dokter di Bandar Lampung tidak dapat membantu anak Winarni itu.

Winarni mengatakan putranya sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta menyusul indikasi kebocoran jantung.

"Setelah di-rontgen di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Fariz diketahui tidak punya jalur makanan dari tenggorokan ke perut," kata Winarni yang menyebut operasi pertama bagi Fariz adalah pelubangan tenggorokan agar cairan tidak masuk ke paru-paru.

Fariz juga menjalani operasi tahap kedua pada usia dua hari guna membuat jalan makanan di perutnya. Selain itu, Winarni harus menyuntikkan susu melalui jalan makanan itu setiap satu setengah jam.

"Saya juga harus memompa jantung anak saya terus-menerus selama sepekan ketika dirawat di RSCM karena perawat tidak ingin berisiko terlalu kencang memompa jantungnya bisa pecah. Jika terlalu lambat, paru-paru berisiko pecah," kata Winarni.

Bantuan
Winarni mengaku pernah meminta bantuan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Kemenpora membantu berupa santunan mantan atlet legenda sebesar Rp40 juta. Saya berharap Kemenpora dapat membantu menanggung biaya operasi anak saya sekaligus pengobatan harian," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved