Novel Baswedan Diteror
Jumat Lusa Novel Baswedan Kembali Bekerja di KPK
Menurutnya, kembali berkantornya Novel merupakan kabar bahagia bagi seluruh pegawai KPK.
Penulis: |
PENYIDIK senior Novel Baswedan akan kembali berkantor di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (27/11/2018) lusa.
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kembali berkantornya Novel merupakan kabar bahagia bagi seluruh pegawai KPK.
"Novel akan kembali bekerja pada Hari Jumat tanggal 27 Juli 2018. Sudah hampir 16 bulan semenjak tragedi penyiraman air keras pada tanggal 11 April 2018, Novel tidak lagi bersama-sama dengan pegawai KPK dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyidik KPK, untuk mengungkap dan menuntaskan kasus-kasus korupsi karena fokus operasi penyembuhan matanya," tutur Yudi Purnomo, Selasa (24/7/2018).
Baca: Bawakan Salak Bali, Megawati Tanya Strategi Kemenangan kepada Mahathir Mohamad
Yudi Purnomo melanjudkan, Wadah Pegawai KPK akan menyambut kehadiran Novel. Kembalinya Novel bekerja, merupakan energi tambahan bagi pegawai KPK yang rindu sepak terjang Novel selaku kasatgas penyidikan.
Masih menurut Yudi Purnomo, kemungkinan Novel tidak akan bekerja seoptimal dulu ketika matanya masih normal. Sebab, saat ini menurut hasil diagnosa dokter yang merawatnya, mata kiri Novel mengalami kerusakan 100 persen, sedangkan mata kanan mengalami kerusakan 50 persen akibat disiram air keras.
"Novel walaupun sudah bekerja, tetap harus bolak-balik mendapatkan perawatan dan operasi. Karena itu, Wadah Pegawai memohon doa kepada seluruh rakyat Indonesia agar Novel diberikan keajaiban dalam penyembuhan matanya," paparnya.
Baca: Harus Bayar Uang Pengganti Rp 57 Miliar, Anas Urbaningrum: Tak Cukup Pakai Daun Jambu Satu Kebun
Menyoal belum tertangkapnya pelaku penyiraman Novel serta motif di belakangnya, kata Yudi Purnomo, akan menjadi perhatian bagi Wadah Pegawai KPK untuk memastikan keselamatan Novel ketika berangkat, selama bekerja, dan pulang dari kantor.
"Terakhir, Wadah Pegawai KPK tidak pernah putus harapan kepada Presiden RI untuk mau membentuk TGPF pelaku penyiraman Novel. Sebab, sudah 16 bulan peristiwa tersebut tidak terungkap, mengindikasikan bahwa pelaku sangatlah canggih karena mampu menutupi jejaknya," bebernya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180222berita-foto-begini-gaya-novel-saat-datangi-kpk8_20180222_203805.jpg)