Jumat, 8 Mei 2026

Pilpres 2019

Survei Median: 44,68 Persen Publik Setuju Gerakan #2019GantiPresiden

Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Sampelnya sebanyak 1.200 responden.

Tayang:
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ratusan pendukung gerakan #2019GantiPresiden mulai memadati kawasan Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (6/5/2018). 

MEDIA Survei Nasional (Median) kembali merilis survei mengenai 'Peta Kompetisi Jelang Pilpres 2019'. Salah satu yang disurvei oleh Median adalah pernyataan tagar #2019GantiPresiden.

Melalui metode semi terbuka, survei bertanya kepada responden, "Apakah anda setuju atau tidak dengan tagar #2019GantiPresiden yang akhir-akhir ini banyak diberitakan dan disebarluaskan?"

Hasilnya, ada 44,68 persen yang setuju dengan gerakan #2019gantipresiden, dan 39,25 tidak setuju. Sedangkan sebanyak 16,07 persen responden lainnya tak menjawab.

Baca: Fredrich Yunadi Sebut Dokter Bimanesh Sutarjo Sudah Dibeli KPK

"Ada 44,68 persen publik yang setuju dengan gerakan #2019GantiPresiden dan 39,24 tidak setuju," kata Direktur Riset Median Sudarto di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018).

Sedangkan, dalam pertanyaan lain, 'menurut anda, apakah 2019 nanti sebaiknya Joko Widodo lanjut memimpin lagi menjadi Presiden atau sebaiknya digantikan oleh tokoh lain saja?' Hasilnya, masyarakat lebih banyak menginginkan dipimpin oleh tokoh lain di tahun 2019.

"Sekitar 47,90 persen masyarakat menginginkan Indonesia digantikan dengan tokoh lain, 44,10 persen masyarakat memilih dipimpin kembali oleh Jokowi, dan yang menjawab tidak tahu ada 8,00 persen," ujar Sudarto.

Baca: Jatuhkan Vonis Mati, Hakim Tidak Temukan Hal Meringankan dari Aman Abdurrahman

Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Sampelnya sebanyak 1.200 responden. Margin of error survei ini adalah plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. (Yanuar Nurcholis Majid)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved