Rabu, 15 April 2026

RSUD Tangsel Kini Fasilitasi ADHA

"Sejak Tahun 2016 RSUD Tangsel sudah mulai memfasilitasi anak-anak ADHA," terang Qorry selaku pembimbing ADHA.

Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor: Murtopo
Istimewa
ILUSTRASI Pegiat HIV/AIDS 

Memperingati Hari Anak Sedunia yang jatuh pada Tanggal 23 Juli, beberapa anak pernah tidak mendapatkan hak kesehatan.

Tahun 2014, Tangsel sempat tidak memiliki pelayanan pengobatan untuk yang berstatus Anak Dengan HIV Aids (ADHA).

Namun kini pihak RSUD Tangerang Selatan sudah melayani ADHA sejak tahun 2016.

Hal itu disampaikan oleh Irwanto selaku Sekertaris Daerah Jaringan Indonesia Positif (JIP) Banten kepada Warta Kota di Jalan Saidin, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (23/7/2018).

"Anak yang terinfeksi HIV di Tangsel ada lima, semuanya harus ke Kabupaten Tangerang. Di rumah sakit Tangsel sekitar Tahun 2014 belum ada rumah sakit untuk anak positif HIV," ujar Irwanto.

Data tersebut merupakan hasil temuan yang didapatkan JIP selaku lembaga advokasi bagi pengidap HIV.

Saat ini ke lima anak Adha itu sudah bisa ditangani oleh pihak RSUD Tangsel sejak tahun 2016 silam.

"Sejak Tahun 2016 RSUD Tangsel sudah mulai memfasilitasi anak-anak ADHA," terang Qorry selaku pembimbing ADHA.

Perhatian orang tua, kata Irwanto mempunyai peran penting bagi anak-anak yang mengidap HIV/AIDS. "Kalo untuk anak, peran orang tuanya yang penting," jelas Irwanto.

Ia berkaca pada dua kasus sebelumnya yang melibatkan anak-anak ODHA.

Salah satu kasusnya terjadi di Cipondoh Tangerang, seorang anak mengalami depresi sampai meninggal dunia setelah dirinya mengetahui ternyata mengidap HIV.

Kasus lainnya juga terjadi di Kota Tangerang, akan tetapi nasibnya berbeda lantaran orangtuanya sudah memberikan fakta terkait kesehatan anaknya.

"Ada satu anak yang sampai SMA masih survive, dikasih tahu sama anaknya, kalau hidup itu bukan sekedar hidup, bagaimana hidup itu berguna bagi orang lain, itu saja pesannya," paparnya.

Anak-anak yang terjangkit HIV biasanya merupakan hasil penularan dari ibu ke anak.

Masyarakat pun diharapkan tidak perlu khawatir dengan ODHA, dijelaskan Irwanto virus HIV termasuk virus yang tidak mudah untuk menular.

Karena katanya ada empat prinsip penularan, virus keluar, masuk, jumlah virus harus cukup, dan virusnya hidup.

"Masyarakat enggak perlu takut karena penularannya sulit," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved