Rabu, 15 April 2026

Capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi Bekasi Bergerak Dinamis

Capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kota Bekasi selama empat tahun cenderung bergerak dinamis.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Data alokasi dana APBD Kota Bekasi sejak 2013. 

CAPAIAN Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kota Bekasi selama empat tahun cenderung bergerak dinamis.

Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bekasi 2013-2018, rata-rata nilai LPE di Kota Bekasi menembus 5,82 persen dari tahun 2013 sampai 2016.

Nilai tersebut lebih tinggi dibanding LPE Provinsi Jawa Barat bila dilihat dalam kurun waktu yang sama dengan menembus angka 5,53 persen.

Berdasarkan data yang diperoleh, LPE Kota Bekasi pada tahun 2013 mencapai 6,04 persen; tahun 2014 dan 2015 mengalami penurunan menjadi 5,61 persen dan 5,57 persen. Lalu tahun 2016 kembali naik menjadi 5,82 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Koswara Hanafi mengatakan LPE merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan dari aspek efisiensi yang digagas pemerintah.

Semakin tinggi LPE, maka terjadi perbaikan dalam pembangunan di sektor-sektor ekonomi daerah.

"Tinggi rendahnya LPE suatu perekonomian ditentukan oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) riil daerah tersebut," kata Koswara di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (19/7).

Dia mengatakan, PDRB Kota Bekasi pada tahun 2016 secara nominal telah menembus angka Rp 58,82 triliun.

LPE Kota Bekasi sebesar 6,08 persen pada 2016 lalu, bahkan lebih tinggi dari LPE Provinsi Jawa Barat dengan capaian 5,67 persen.

"Dalam capaian 2013-2016 rata-rata LPE Kota Bekasi sebesar 5,82 persen juga lebih tinggi dibanding Jawa Barat sebesar 5,53 persen," ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi tahun 2013-2017, PDRB Kota Bekasi atas dasar harga konstan cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Ada 17 jenis lapangan usaha misalnya, pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, pengadaan air, informasi dan komunikasi, jasa pendidikan dan sebagainya.

Pada tahun 2013 lalu, PDRB Kota Bekasi mencapai Rp 49.741.126,91; tahun 2014 naik menjadi Rp 52.534.090,06; lalu tahun 2015 merangkak Rp 55.457.812,39 dan terakhir 2016 melejit menjadi Rp 58.827.346,83.

Asisten Daerah III Kota Bekasi Dadang Hidayat menambahkan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Salah satunya adalah pembangunan fisik dan prasarana masyarakat umum di antaranya penataan infrastruktur jalan, pelayanan air minum perkotaan, penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) hingga penanganan sampah penduduk setempat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved