Sabtu, 2 Mei 2026

Jalan Tol

Operator Tol Jakarta-Cikampek Pangkas Waktu Penutupan Lajur dari 8 jam Jadi 5 Jam

"Penutupannya juga hanya memakan waktu dua hingga tiga jam yang dilakukan dalam interval window time (di luar waktu sibuk)."

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |

WARTA KOTA, BEKASI--- Rencana simulasi penutupan lima lajur di ruas tol Jakarta-Cikampek di Kota Bekasi, Selasa (17/7) malam dipangkas dari 8 jam jadi 5 jam.

Awalnya PT Jasa Marga, selaku operator jalan tol, menjadwalkan penutupan lajur selama delapan jam dari pukul 21.00 sampai 05.00.

Asisstant Vice President Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru menyatakan, pengurangan lajur ini dilakukan secara bertahap, sehingga maksimal tiga lajur terpaksa ditutup.

"Penutupannya juga hanya memakan waktu dua hingga tiga jam yang dilakukan dalam interval window time (di luar waktu sibuk)," kata Heru, Selasa (17/7/2018).

Dalam kesempatan itu, Heru menepis anggapan bahwa pihaknya telah melakukan penutupan ruas tol yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Jawa Barat tersebut.

Baca: Mulai 17 Juli 2018 Ada Penutupan Lajur di Tol Cikampek di Kawasan Bekasi, Tiga Lajur Akan Ditutup

"Bukan ditutup sepenuhnya, karena di luar itu lajur keempat beroperasi dengan normal," ujarnya.

General Manager cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman menambahkan, penutupan masing-masing 2,5 lajur arah Jakarta dan Cikampek  dilakukan sebagai dampak pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated di median tol.

Sementara itu,  pada Selasa (17/7) pukul 21.00, pekerja akan melakukan kegiatan commissioning erection steel box girder dengan launcher gantry pada pembangunan tol tersebut.

"Simulasi lalu lintas dilakukan dari Bekasi Timur (KM 18) sampai Tambun (KM 21)," ujar Raddy.

Kegiatan simulasi dimaksudkan untuk memastikan apakah metode erection tersebut dapat digunakan dengan mempertimbangkan lalu lintas yang tetap mengalir dan potensi gangguan terhadap arus lalu lintas masih bisa diantisipasi.

"Setelah simulasi dapat diputuskan apakah metode kerja untuk launcher gantry sebagai alat pemasangan erection steel box girder bisa dilanjutkan atau perlu ditinjau ulang," ucap Raddy.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved