Hadapi Pengalihan Kendaraan Tol di Jalur Arteri Tanpa Antisipasi Khusus
Penutupan mulai dari KM16 hingga KM20 atau mulai pintu gerbang tol Bekasi Timur hingga Tambun.
Penulis: Muhammad Azzam |
Tidak Ada Antisipasi Khsusu Hadapi Pengalihan Kendaraan ke Jalur Arteri
Laporan Muhammad Azzam
JALAN Tol Jakarta-Cikampek akan mengalami penutupan pada sebagian lajur pada pukul 21.00 Selasa (17/7/2018) hingga 05.00 Rabu (18/7/2018).
Untuk malam nanti, penutupan mulai dari KM16 hingga KM20 atau mulai pintu gerbang tol Bekasi Timur hingga Tambun.
Kendaraan dapat menggunakan jalan arteri dengan keluar di pintu gerbang Tol Bekasi Barat dan kembali masuk di pintu gerbang Tol Cibitung.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Harry
Harry Sulistiadi menyebut tidak ada antisipasi khusus untuk menangani pengaliahan arus kendaraan ke jalur Arteri Kota Bekasi.
"Antipasi ya mengatur biasa aja, malam itu kan tidak terlalu ramai," ujarnya saat dihubungi Wartakota, pada Selasa (17/7/2018).
Ia mengatakan untuk personil pihaknya tidak menyiapkan khusus sebagai antisipasi pengalihan kendaraan.
"Personil yang sudah biasa saja rutin sehari-hari. Ya biasa saja normal, engga ada penambahan. Tidak terlalu panjang juga, lagi pula masih ada lajur yang tersisa di dalam Tol tidak ditutup semua. Situasional saja lah," jelasnya.
Begitu juga dengan Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kabupaten, AKBP Heru Purnomo mengatakan pengaturan lalu lintas dilakukan normatif melihat situasi lapangan.
"Soal pengalihan kendaraan ke jalan arteri tidak ada, normatif saja lihat kondisi jalan dan lapangan. Setiap ada kemacetan ya disitu ada polisi," tuturnya.
Ia menambahkan penutupan sebagian lajur di Tol Jakarta-Cikampek tidak terlalu berpengaruh pada arus lalu lintas di jalan Arteri. Dirinya menyebut kemacetan akibat suatu pembangunan suatu hal yang wajar.
"Ini biasa aja, yang namanya pembangunan pasti ada efek nya. Wajar kalau ada kemacetan. Tidak ada yang perlu di takutkan, biasa-biasa saja. Kalau ada kemacetan disana ya polisi hadiri, ada trouble kita hadir. Kita kan selalu komunikasi dengan Jasa Marga dan PJR," ujarnya.
Ia menilai masyarakat sudah pandai dalam mengatasi dan mencari jalur arternatif agar tidak terjembak kemacetan.
"Ada google maps. Jadi kalau tol merah bisa ke arteri. Di arteri bisa milih jalur Kalimalang atau jalur Pantura," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jalan-arteri-kalimalang-yang-macet_20180619_195446.jpg)