Pembangunan Landmark Kota Bekasi Mangkrak, Ini Gara-garanya

Berharap pemda melanjutkan pembangunan ikon kota ini, sehingga memberikan kebanggaan tersendiri baik pribadi maupun masyarakat Kota Bekasi.

Pembangunan Landmark Kota Bekasi Mangkrak, Ini Gara-garanya
Istimewa
LANDMARK Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, atau di sekitar Gerbang Tol Bekasi Barat ini dihentikan pembangunannya. Foto diambil Senin (16/7/2018). 

PEMBANGUNAN landmark atau ikon di Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar molor selama tiga tahun. Proyek yang menyatu dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, atau di sekitar gerbang tol Bekasi Barat ini dihentikan karena bentuknya tidak sesuai dengan desain.

Pembuat desain landmark Kota Bekasi, Suria Wiyadi (29) mengaku, sempat dipanggil pemerintah daerah untuk menyesuaikan desainnya kembali dengan kondisi di lapangan. Lantaran keterbatasan lahan dan mempertimbangkan swasta yang ada di sana, maka desain jembatan tidak lagi melengkung seperti halnya bentuk kujang.

LANDMARK Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, atau di sekitar Gerbang Tol Bekasi Barat ini dihentikan pembangunannya. Foto diambil Senin (16/7/2018).
LANDMARK Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, atau di sekitar Gerbang Tol Bekasi Barat ini dihentikan pembangunannya. Foto diambil Senin (16/7/2018). (Istimewa)

Adapun kujang adalah senjata khas wilayah Jawa Barat. Kata dia, jembatan yang ada di landmark dibuat terkoneksi dengan tiga titik yaitu Metropolitan Mal, Mega Bekasi City, dan showroom mobil Ford (tiga titik strategis).

"Pak Wali Kota saat itu (Rahmat Effendi) menginginkan agar bentuk jembatan didesain ulang, tapi inti landmark dan fasad (sisi luar bangunan) harus tetap sesuai desain karena mengandung filosofi," kata Suria pada Senin (16/7/2018).

Suria berharap, agar pemerintah daerah bisa melanjutkan pembangunannya karena bisa memberikan kebanggaan tersendiri, baik buat pribadi maupun masyarakat Kota Bekasi.

"Saya membuat desain sebaik mungkin dengan harapan menjadi kebanggaan tersendiri dan masyarakat Kota Bekasi," ujarnya.

LANDMARK Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, atau di sekitar Gerbang Tol Bekasi Barat ini dihentikan pembangunannya. Foto diambil Senin (16/7/2018).
LANDMARK Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, atau di sekitar Gerbang Tol Bekasi Barat ini dihentikan pembangunannya. Foto diambil Senin (16/7/2018). (Istimewa)

Suria mengatakan, awal 2018 dia sempat mendatangi Kota Bekasi untuk melihat sejauh mana pembangunan tersebut. Namun dia terkejut, pembangunannya belum rampung padahal proyek tersebut telah dimulai sejak triwulan pertama tahun 2015.

"Awal tahun saya datang ke Bekasi dari Bandung ingin melihat, tapi nyatanya belum selesai. Hanya inti landmark yang di bagian tengah saja yang sudah kelihatan konstruksinya," ujar pria jebolan S1 dan S2 jurusan Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Berdasarkan data yang diperoleh Warta Kota, inti landmark atau center point Kota Bekasi sebagai simpul ketiga titik lokasi strategis. Center point memiliki tiga tingkatan dengan 10 jumlah tiang lampu sebagai penerangan di malam hari.

Makna dari angka tiga dan 10 itu adalah, hari jadi Kota Bekasi, yakni 10 Maret. Tak hanya itu, bentuk center point yang berbentuk cekungan merupakan filosofi orang yang sedang berdoa kepada Tuhan YME.

LANDMARK Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, atau di sekitar Gerbang Tol Bekasi Barat ini dihentikan pembangunannya. Foto diambil Senin (16/7/2018).
LANDMARK Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, atau di sekitar Gerbang Tol Bekasi Barat ini dihentikan pembangunannya. Foto diambil Senin (16/7/2018). (Istimewa)

ya menjadi ikon kota, landmark ini juga berfungsi sebagai gapura atau pintu gerbang kendaraan yang keluar di Tol Bekasi Barat.

Tentunya agar berguna untuk masyarakat banyak, maka akan dibuat secara terintegrasi dengan menggunakan jembatan penyeberangan dan taman yang ada di bawahnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved