Piala Dunia 2018

Olivier Giroud dan Mario Mandzukic Adalah Detail yang Penting

Giroud dan Mandzukic memiliki peran yang serupa di tim masing-masing, yakni menarik perhatian bek tengah lawan.

Editor: Dewi Pratiwi
Pemain Kroasia Mario Mandzukic (ANTARA FOTO/REUTERS/Siphiwe Si) 

JIKA dibandingkan dengan Harry Kane atau Romelu Lukaku, Olivier Giroud dan Mario Mandzukic tentu tidak ada apa-apanya.

Mereka tidak cepat dalam berlari, tidak gesit ketika menggirIng bola, dan tidak bisa dimainkan di berbagai posisi.

Hanya saja, berkat Giroud dan Mandzukic, Prancis dan Kroasia menjadi finalis Piala Dunia 2018

Sebagaimana disebut Michael Cox, kolumnis ESPN, Giroud dan Mandzukic adalah tipe striker tradisional (old school striker).

Striker tipe ini memiliki kekuatan fisik, tangguh dalam duel udara, bisa melakukan tendangan akrobatik, dan gigih di kotak penalti.

Cox mengutip Arsene Wenger dalam menjabarkan definisi striker tradisional.

Striker seperti Giroud dan Mandzukic adalah produk "diskontinu" di Eropa.

Dengan kata lain, akademi sepak bola di benua tersebut sudah tidak mendidik pemain muda menjadi striker tradisional, karena produk zaman now adalah pesepak bola seperti Kylian Mbappe, Harry Kane, atau Eden Hazard yang cepat, gesit, dan memiliki kualitas teknikal tinggi.

Baca: Kroasia Siap Balas Dendam Kekalahan di Tahun 1998

Hanya saja, Didier Deschamps, Pelatih Prancis, dan Zlatko Dalic, Pelatih Kroasia, masih membutuhkan tenaga dan kemampuan striker old school ini.

Uniknya, Giroud dan Mandzukic memiliki peran yang serupa di tim masing-masing, yakni menarik perhatian bek tengah lawan sehingga memberikan ruang lebih luas bagi rekan-rekannya untuk menusuk masuk ke kotak penalti.

Bagi Prancis yang mengandalkan serangan balik, Giroud menjadi penerima umpan panjang dari kiper Hugo Lloris, lalu dia menyalurkan bola kepada Mbappe, Antoine Griezmann, atau Blaise Matuidi.

Sementara di skuad Kroasia, Mandzukic juga memainkan peran serupa, memberikan bola kepada Ivan Perisic dan Ante Rebic.

Kedua pelatih ini paham, gaya permainan di turnamen internasional berbeda dari permainan di kompetisi liga.

Perbedaan paling jelas adalah tempo permainan dan gaya menyerang.

Di kompetisi liga, permainan bertempo cepat sehingga klub menginginkan pemain depan yang bisa berlari cepat dan gesit.

Pelatih juga lebih sering memainkan taktik menyerang.

Sebaliknya, pertandingan internasional cenderung bertempo lebih lambat, dan tak sedikit yang memainkan permainan bertahan.

Di Rusia ini, pelatih yang bermain dengan detail ternyata lebih sukses. Karena itulah, Giroud dan Mandzukic sangat dibutuhkan, karena mereka adalah bagian penting dari detail tersebut.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Minggu (15/7/2018)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved