Selasa, 5 Mei 2026

Kebakaran, 30 Rumah di Menteng Tenggulun Jakarta Ludes

DIDUGA akibat korsleting listrik, sekitar 30 rumah ludes terbakar di Jalan Menteng Tenggulun RT 004 dan RT 006 RW 010, Menteng.

Tayang:
HAMDI PUTRA
Warga mengais puing-puing sisa kebakaran untuk mencari harta benda yang masih laik pakai. Diduga akibat korsleting listrik, sekitar 30 rumah ludes terbakar di Jalan Menteng Tenggulun RT 004 dan RT 006 RW 010, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018). 

DIDUGA akibat korsleting listrik dan menyebabkan kebakaran, sekitar 30 rumah ludes terbakar di Jalan Menteng Tenggulun RT 004 dan RT 006 RW 010, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).

Asril, warga RT 006 RW 010, Jalan Menteng Tenggulun Jakarta Pusat, harus kehilangan tempatnya berteduh dari hujan dan panas akibat kebakaran tersebut.

Rumah hasil jerih payahnya bersama sang istri kini tinggal puing-puing yang menghitam bekas kebakaran.

Di usianya yang sudah menginjak senja itu, pekerjaan sebagai pengemudi ojek online terasa cukup melelahkan. Apalagi, sejak ditinggal mati istrinya, Asril hanya hidup berdua dengan anak bungsunya di rumah tersebut.

Sejak anak-anaknya menikah, masing-masing telah meninggalkan rumah dan hidup di daerah lain bersama istrinya. Kini, Asril hanya ditemani anak bungsunya yang juga menjadi pengemudi ojek online.

Sebenarnya, ia memiliki beberapa orang anak. Namun, saat ditanya berapa jumlah anaknya, ia tidak ingat karena masih syok akibat kehilangan tempat tinggal.

Asril siang itu sedang istirahat di depan rumahnya sambil ngobrol bersama tetangganya. Tiba-tiba, tetangga depan rumahnya yang bernama Wati, dengan sedikit berteriak menyita perhatiannya.

"Bau kabel kebakar, bau kabel kebakar," ujar Asril kepada Warta Kota, menirukan teriakan Wati kala itu.

Asril dan warga lainnya tidak langsung berpikiran ada kebakaran. Ia menduga bau kabel terbakar itu berasal dari pembakaran sampah yang ada di dekat rel kereta, tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Salah seorang warga kemudian berjalan menuju ke arah tempat pembakaran sampah. Di sana tidak dijumpai adanya tanda-tanda pembakaran yang sedang atau baru terjadi.

Ternyata setelah di perhatikan dengan teliti, bau kabel terbakar itu berasal dari rumah seorang warga yang bernama Nurmi.

Rumah Nurmi letaknya juga berhadapan dengan tempat tinggal Asril. Rumah tersebut strukturnya semi permanen dan berlantai dua.

"Lagi ramai juga di sini. Ada Bu Wati, saya, Bu Tinah dan tetangga yang lain, bahkan ada Pak RW," kata Asril.

Ketua RW 010 yang saat itu ada di lokasi langsung menggedor pintu rumah Nurmi. Awalnya, tak ada satu pun penghuni rumah itu yang merespon hingga Ketua RW menggedornya lebih kuat dari sebelumnya. Barulah seorang penghuni yang berada di lantai dua menampakkan diri.

Setelah dicek, ternyata api telah membesar pada bagian belakang lantai dua rumah Nurmi. Kepanikan pun tak dapat dihindari. Banyaknya material bangunan yang mudah terbakar membuat api segera merambat dari satu bagian ke bagian lainnya hingga menjalar dengan cepat ke rumah warga di sebelahnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved