Kamis, 9 April 2026

Dalam Sebulan Ada 10 Kasus Tikus Bagasi di Bandara Soetta

Sistem keamanan di bandara tersebut menjadi perhatian khusus sebab mudah dibobol dan disusupi.

istimewa
Ilustrasi. Pencuri mengambil bagasi penumpang di ban berjalan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

KASUS pendodosan dan pencurian koper milik penumpang masih terjadi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Keberadaan tikus bagasi ini sangat menjengkelkan dan meresahkan masyarakat.

Sistem keamanan di bandara tersebut pun kini menjadi perhatian khusus sebab mudah dibobol dan disusupi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Seperti kasus pencurian koper milik penumpang yang terjadi di Terminal 3 Bandara Soetta belum lama ini. Bahkan pelaku berstatus masih pelajar yang leluasa melancarkan aksinya.

Terlebih pendodosan atau pembobolan koper masih saja ditemui di bandara ini.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Manager Penanganan Bagasi dan Penumpang PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), Neneng Sumiati.

Seperti diketahui, PT JAS merupakan satu dari perusahaan penyedia layanan ground handling di Indonesia. Mereka telah melayani sejumlah maskapai internasional dan domestik di bandara besar seluruh Indonesia.

"Dari data yang kami miliki, masih ada 10 kali kasus pendodosan setiap bulannya," ujar Neneng kepada Warta Kota, Kamis (12/7/2018).

Menurutnya, pendodosan bagasi ini juga sering terjadi pada sistem pengamanan yang super canggih. Seperti penerbangan internasional lainnya yakni tujuan Australia dan Amerika.

"Kalau dari luar negeri kan kopernya harus ada kunci khusus. Punya gembok tersendiri. Tapi masih bisa dibobol juga," ucapnya.

Jika barang hilang pun, pihak pengelola tak menjamin. Dan tidak diberikan ganti rugi.

"Hal yang berbeda kalau di dalam negeri, penumpang bisa laporkan ke kami jika isi di dalam kopernya berkurang. Kami akan bantu ini," kata Neneng.

Neneng menyebut korban pendodosan dapat melaporkan ke jajarannya. Melalui divisi khusus yang dibentuk.

"Nantinya divisi pencurian ini melakukan investigasi. Kami akan cek dan selidiki rekaman CCTV sampai menyeluruh," ungkapnya.

"Data yang kami miliki kasus pendodosan ini angkanya masih sama dengan tahun - tahun sebelumnya. Tidak ada penurunan. Makanya terus dilakukan antisipasinya," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved