Pilpres 2019

PKS Ancam Pecah Kongsi Jika Tak Dapat Kursi Cawapres, Begini Kata Gerindra

"Statement dari PKS tersebut saya bisa mengerti dan memahami dan dapat menerima bahwa keinginan PKS cawapres harus dari PKS."

PKS Ancam Pecah Kongsi Jika Tak Dapat Kursi Cawapres, Begini Kata Gerindra
Kompas.com/Nabilla Tashandra
KETUA Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017). 

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku memahami sikap PKS yang bersikukuh agar kadernya mendapat posisi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Sikap itu, kata dia, muncul karena PKS sudah bekerja sama dengan Gerindra selama ini.

"PKS dengan Gerindra itu sudah demikian lamanya bekerja sama dan kemudian PKS juga sudah selama ini sengan sabar menunggu penjajakan," ujar Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

"Kemudian secara bersama di pilkada-pilkada sehingga statement dari PKS tersebut saya bisa mengerti dan memahami dan dapat menerima bahwa keinginan PKS cawapres harus dari PKS," lanjut dia.

Hal itu disampaikan Dasco menanggapi pernyataan Anggota Majelis Syuro PKS, Tifatul Sembiring bahwa PKS lebih memilih pecah kongsi dengan Gerindra jika kadernya tak ada yang dipilih menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

Menurut Dasco, Partai Gerindra akan duduk bersama dengan PKS dan PAN untuk membicarakan opsi-opsi cawapres pendamping Prabowo.

PKS telah menyodorkan sembilan nama sebagai cawapres. Sementara PAN mengusulkan ketua umumnya, Zulkifli Hasan.

Selain itu, muncul juga nama Gubernur DKI Jakarta Anies Badwedan yang diusulkan sebagai capres atau cawapres.

Namun, Dasco menegaskan, partainya masih terikat dengan keputusan rakornas yang menyatakan Prabowo Subianto sebagai capres dari Partai Gerindra.

"Ya, nanti kan itu kita akan bicara dalam waktu dekat. Tapi kan kalau Gerindra sudah pasti bahwa capres yang akan dimajukan Prabowo Subianto berdasarkan amanat rakornas dan belum ada perubahan," kata Dasco.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved