Mengenal Sosok Pelopor Intelijen Indonesia, Siapakah Dia ya?
Zulkifli beruntung lantaran dirinya berada di tempat yang tepat dalam memperdalam ilmu intelijennya.
Dengan arahan dari Rokugawa dan Mayor Ogi, Zulkifli diajari cara bagaimana mengetahui jumlah penduduk sebuah kota dan apakah warga disana pro Jepang atau tidak pada saat itu.
Setelah Indonesia merdeka maka Zulkifli langsung mendapat kepercayaan oleh Presiden Soekarno membentuk Penyelidikan Militer Chusus (PMC) akhir tahun 1945.
PMC kemudian mengirim ekspedisi ke Sumatera, Kalimantan, Maluku dan Nusa Tenggara.
Tujuannya satu, yakni menyelundupkan senjata dari Singapura untuk memperkuat Badan Keamanan Rakyat yang memprediksi bahwa Belanda akan datang kembali menyerang Indonesia.
Walaupun sempat terlibat dalam peristiwa perebutan kekuasaan pada 3 Juli 1946, Zulkifli lantas diberi grasi oleh Presiden Soekarno dan ditunjuk untuk membentuk Badan Rahasia Negara Indonesia (Brani) dan menjadi ketuanya.
Brani inilah cikal bakal terbentuknya BIN yang kita kenal sekarang.
Zulkifli Lubis sempat pula menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tahun 1955.
Karena banyaknya suara yang menentang Zulkifli dan ia dianggap lebih 'intelijen' dibanding militer maka posisinya dihgantikan oleh Bambang Utoyo.
Zulkifli meninggal pada tanggal 23 Juni 1993 di usia ke-69 di Jakarta. (Buku Kasenda : Kolonel Misterius Di Balik Pergolakan TNI AD)
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180702-zulkifli-lubis-intelijen_20180702_131927.jpg)