Senin, 27 April 2026

Piala Dunia 2018

Prediksi Perancis versus Argentina

Ini satu-satunya partai 16 Besar yang mempertemukan para mantan juara dunia. Kedua negara total sudah tujuh kali mencapai final Piala Dunia.

Hugo Lloris menyelamatkan gawang Perancis dari tendangan penalti pemain Australia Trent Sainsbury dalam pertandingan Piala Dunia 2018 Prancis vs Australia di Kazan Arena, Kazan, Russia, 16 Juni 2018. (REUTERS/Sergio Perez) 

Oleh karena itu, dia ingin rekan-rekannya di Argentina mengalihkan perhatian lawan dari dirinya sehingga bersama-sama merusak permainan lawan seperti dilakukan rekan-rekannya di Barcelona.

Perancis sudah tentu tahu pasti kegundahan Messi ini yang sekaligus juga menjadi kelemahan terbesar Argentina.

Meski begitu, Le Bleus paham bahwa sangat sulit menghentikan peraih Ballon d'Or lima kali itu.

  "Tak ada orang di planet ini yang bisa menghentikan Messi. Jawabannya harus kolektif," kata bek Prancis Presnel Kimpembe.

Maksud Kimpembe adalah Perancis tidak ingin memberi pesan kepada lawan bahwa mereka akan memokuskan perhatian kepada Messi seorang.

Sebaliknya, Messi akan dilumpuhkan dengan cara permainan kolektif Perancis.

Tapi bukan dengan cara tiga atau empat pemain mengepung terus-terusan Messi, melainkan dengan mencegah bola mendarat ke kaki dan kepala si megabintang. 

Oleh karena itu, cara terbaik mematikan Messi adalah membatasi ruang dia dalam bermanuver.

"Tak masuk akal menerapkan (strategi) man-to-man marking terhadap Messi. Dia terlalu kuat dalam satu lawan satu. Perancis harus memutus tautan antara Messi dengan barisan depan lainnya (Argentina). Karena Messi bukan hanya striker, tetapi juga playmaker," kata mantan bek Timnas Perancis Bixente Lizarazu.

Maka, tak akan heran jika nanti Didier Deschamps menghimpun gelandang di tengah dalam formasi 4-2-3-1 dengan tujuan menutup semua sektor ini yang faktanya Argentina memang sering kedodoran di bagian ini, demi memotong suplai bola kepada Messi. 

Intinya, Perancis akan berusaha mengendalikan tempo permainan, seperti saat Kroasia mengganyang Argentina 3-0 pada fase grup.

Perancis akan mencoba memasang formasi seperti Kroasia memerangkap Argentina dengan menumpuk gelandang petarung seperti Paul Pogba dan N'Golo Kante guna mendikte lapangan tengah baik dalam rangka mengaransemen serangan maupun dalam upaya melapis pertahanan sebelum dianeksasi Argentina.

Dengan cara seperti itu, para gelandang Prancis akan terus-terusan meneror gelandang dan bek Argentina yang akhirnya membuat Messi miskin berkreasi di lapangan sehingga tak bisa menopang permainan.

Taktik seperti itu efektif diterapkan Kroasia ketika area pertahanan Argentina dipaksa dipenuhi para pemainnya sendiri sehingga mereka lamban saat naik karena tidak bisa melewati gelandang-gelandang tengah Kroasia, khususnya duo Ivan Rakitic-Luka Modric yang di Prancis persis diperankan duo Paul Pogba-N'Golo Kante.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN

Paul Pogba akan kembali masuk starting-eleven setelah pemain lapis kedua Prancis gagal bersinar saat ditahan 0-0 oleh Denmark pada pertandingan terakhir Grup D. 

Lapangan tengah Argentina yang terlihat sangat menjemukkan diperkirakan akan porak poranda oleh Pogba yang tengah bermain pada level terbaiknya. 

Bersama gelandang N’Golo Kante yang tanpa letih merangsek dan menjelang selain cepat turun begitu pertahanan diancam lawan, Pogba akan membantu menajamkan Antoine Griezmann dan Olivier Giroud.

Perancis (4-2-3-1): Hugo Lloris; Benjamin Pavard, Raphael Varane, Samuel Umtiti, Lucas Hernandez; Paul Pogba, N’Golo Kante; Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Ousmane Dembele; Olivier Giroud

Dari pihak Argentina, siapa lagi kalau bukan Lionel Messi yang menjadi otak, insprasi dan sekaligus jantung permainan La Albiceleste.

Faktor terbesar yang membuat Argentina yakin memenangkan pertandingan ini adalah sudah berdirinya lagi Messi ke posisi terbaiknya untuk memimpin Argentina mengoyak pertahanan solid Perancis bersama Angel Di Maria dan Gonzalo Higuain yang juga masih setumpul Griezmann di Prancis.

Argentina (4-3-3): Franco Armani; Gabriel Mercado, Nicolas Otamendi, Marcos Rojo, Nicolas Tagliafico; Ever Banega, Javier Mascherano, Enzo Perez; Angel Di Maria, Lionel Messi, Gonzalo Higuain

PREDIKSI SKOR:

Sport Illustrated: 3-2 untuk Perancis
Evening Standard: 3-2 untuk Perancis
Washington Post: Perancis menang adu penalti setelah seri 2-2

Sumber:
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved