Senin, 20 April 2026

Kekerasan terhadap Perempuan

10 Negara Berbahaya Bagi Perempuan, India Duduki Posisi Teratas

Awal tahun ini, delapan pria dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia delapan tahun.

The Independent
Ilustrasi 10 negara yang menjadi tempat berbahaya bagi perempuan. 

Penelitian terbaru Thomsom Reuters Foundation menyebutkan bahwa 10 negara ini menjadi tempat berbahaya bagi para perempuan.

Dari sepuluh negara berbahaya tersebut, India menempati posisi teratas. Setelah itu, Afghanistan, Syria, Somalia, Saudi Arabia, Pakistan, Democrat Republic of Kongo, Yaman, Nigeria, dan Amerika Serikat.

Laporan itu didasarkan pada survei terhadap 550 ahli tentang isu-isu perempuan.

Penelitian menemukan negara-negara terburuk dalam hal kekerasan seksual terhadap perempuan, perdagangan manusia untuk pekerjaan rumah tangga, kerja paksa, perkawinan paksa dan perbudakan seksual.

Jajak pendapat dilakukan antara Maret dan Mei 2018. Para perempuan yang menjadi responden itu berasal dari Eropa, Afrika, Amerika, Asia Tenggara, Asia Selatan dan Pasifik.

Baca: Prihatin, Kekerasan Perempuan dan Anak di Depok Kian Marak

Responden termasuk para profesional, akademisi, staf perawatan kesehatan, pekerja organisasi non-pemerintah, pembuat kebijakan, spesialis pengembangan, dan pengamat sosial.

India juga digolongkan sebagai yang paling berbahaya untuk risiko yang dihadapi perempuan dari praktik budaya dan tradisional.

Misalnya, serangan asam, mutilasi kelamin perempuan, kekerasan fisik dan pernikahan anak.

Data pemerintah menunjukkan bahwa kasus kejahatan terhadap perempuan yang dilaporkan meningkat 83 persen antara 2007 dan 2016, empat kasus perkosaan dilaporkan setiap jam.

India juga menjadi berita utama beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir karena sejumlah kejahatan kekerasan seksual yang tinggi terhadap perempuan.

Baca: Media Diminta Pikirkan Dampak Korban Kekerasan Perempuan

Awal tahun ini, delapan pria dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia delapan tahun.

Dalam kasus terpisah pada April, di Kota Kotwali Nagar, seorang gadis berusia tujuh tahun diperkosa dan dibunuh selama pernikahan.

Ribuan orang turun ke jalan sebagai protes menyusul kematian gadis 16 tahun yang meninggal setelah diperkosa dan dibakar hidup-hidup di rumahnya sendiri.

Manjunath Gangadhara, pejabat di pemerintah negara bagian Karnataka, mengatakan, India telah mengabaikan dan menghina perempuan.

"Pemerkosaan, perkosaan dalam rumah tangga, pelecehan seksual dan pelecehan, pembunuhan bayi perempuan telah terjadi," ucapnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved