Sejarah

15 Negara dan Kerajaan yang Namanya Sudah Dihapus dari Peta Dunia

Negara ini sangat kecil dengan luas sekitar satu mil persegi yang diukir dari kesepakatan antara Belanda dan Prusia pada tahun 1816.

Threexie
Grand Palace, Bangkok, Thailand. 

Peta dunia terlihat berbeda dibandingkan satu abad lalu. Pasalnya, ada negara atau kerajaan yang namanya sudah tidak ada lagi diganti dengan nama negara baru.

Ada sebanyak 15 nama negara yang sebelumnya berjaya, kini sudah tidak ada lagi di peta dunia.

1. Yugoslavia

Seratus tahun yang lalu, Perang Dunia I menimbulkan semua jenis kekacauan di perbatasan Eropa.

Yugoslavia sebagai negara Eropa tenggara yang didirikan pada tahun 1918 sebagai 'Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia.'

Satu dekade kemudian, berganti nama menjadi Yugoslavia yang menyatukan banyak wilayah yang secara budaya dan etnis beragam sebagai bagian dari Imperium Austro-Hungaria.

Negara baru ini termasuk negara-negara Slovenia, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Montenegro, Kosovo, dan Macedonia.

Tapi Yugoslavia menuju perselisihan lagi pada abad ke-20. Negara ini mengalami perpecahan dan penjajahan selama Perang Dunia II.

Kemudian, mereka bersatu kembali di bawah pemimpin komunis pasca-perang.

Lalu, negara tersebut terlibat pertempuran selama tahun 1990-an dan mengalami perpecahan. Lantas, mereka mendirikan negara masing-masing.

Sekarang, negara Yugoslavia secara resmi tidak lagi. Negara-negara yang berdiri sendiri memakmurkan negaranya misalnya lewat pariwisata.

2. Tibet

Tibet yang berada di wilayah barat laut India ini telah diperebutkan selama berabad-abad.

Negeri pada biksu Buddha dengan pemimpinnya Dalai Lama, sebenarnya sebagai negara merdeka pada tahun 1912-1951.

Namun, setelah itu, Tibet menjadi bagian dari China. Upaya untuk 'membebaskan Tibet' masih terus berlangsung.

Dalai Lama, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, yang kini sudah pensiun, masih tinggal di pengasingan di India.

Tibet juga menjadi tempat tujuan bagi para pencari petualangan dan pendaki gunung karena tempat ini memiliki titik tertinggi di Bumi, Gunung Everest, yang terletak di perbatasan Nepal.

Baca: China Merelokasi Jutaan Warga Tibet

3. Neutral Moresnet

Pernah mendengar tentang Neutral Moresnet?

Sepertinya, Anda bukan satu-satunya yang belum pernah mendengar nama ini.

Negara ini sangat kecil dengan luas sekitar satu mil persegi yang diukir dari kesepakatan antara Belanda dan Prusia pada tahun 1816.

Belanda dan Prusia memiliki akses ke tambang seng di Neutral Moresnet.

Moresnet memiliki bendera sendiri dan bahkan membuat koin sendiri.

Upaya dilakukan untuk mengubah negara kecil menjadi utopia dengan "bahasa dunia" buatannya sendiri, Esperanto.

Tapi, negara ini menjadi korban Perang Dunia I, kemudian menjadi bagian dari Belgia.

Namun, penduduk di daerah ini, masih merayakan ulang tahun penciptaan Neutral Moresnet.

4. Newfoundland

Anda mungkin berpikir tentang Pulau Newfoundland sebagai bagian dari Kanada.

Pulau di lepas pantai timur laut Amerika Utara ini sebelumnya adalah koloni Inggris.

Isolasi yang terjadi di negara ini menciptakan budaya yang berbeda dari daerah sekitarnya.

Newfoundland menjadi negara merdeka yang mandiri, meskipun masih merupakan 'kerajaan" Inggris', dari 1907-1934, ketika secara sukarela memilih untuk kembali menjadi koloni setelah terjadi depresi besar.

Pada tahun 1949, Newfoundland menjadi provinsi Kanada, sekarang dikenal sebagai Newfoundland dan Labrador.

5. Abyssinia

Nama yang terdengar romantis ini sebenarnya nama dari Arab dan Eropa untuk Ethiopia seratus tahun lalu.

Dalam 'perebutan Afrika' pada akhir abad ke-19, Italia mencoba untuk merebutnya, tetapi tidak dapat menggulingkan monarki.

Kenyataannya, negara itu tidak pernah dijajah dan merupakan salah satu dari sedikit negara merdeka di Afrika--sampai orang-orang Italia di bawah Mussolini dapat menduduki sebentar di akhir 1930-an.

Setelah Perang Dunia II, Ethiopia menjadi salah satu negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa dari Afrika.

Bahkan, Ethiopia mengklaim fosil manusia tertua di dunia dan Alkibat Perjanjian Lama ditemukan di negerinya.

6. Cekoslowakia

Negara Eropa Timur ini adalah perpaduan dari kelompok etnis berbeda yang didirikan pada tahun 1918 pada akhir Perang Dunia I.

Negara dari bekas Kekaisaran Austro-Hungaria, Cekoslovakia terdiri atas wilayah historis Moravia, Slovakia, dan Bohemia.

Pendudukan Nazi di wilayah tersebut membantu mendorong Eropa ke dalam Perang Dunia II.

Setelah dibebaskan oleh Uni Soviet, Cekoslowakia menjadi negara Blok Timur pada paruh kedua abad ke-20.

Cekoslowakia akhirnya terbelah dengan damai ke Republik Ceko dan Slovakia pada tahun 1993.

7. Ceylon

Anda mungkin tahu pulau besar ini terletak di selatan India sebagai Sri Lanka, tetapi sampai 1972 itu disebut Ceylon.

Ceylon nama yang diberikan orang Eropa saat pulau itu dijajah berabad-abad lamanya.

Di bawah kendali Inggris sampai 1948, kemudian menjadi bangsa yang merdeka dan melepaskan penjajahan pada 1972. Kemudian, namanya menjadi Sri Lanka.

Setelah mengalami perang saudara pada awal abad 21, negara ini sekarang stabil.

Pada tahun 2011, Sri Lanka memutuskan untuk mengubah nama lembaga negara yang masih memakai nama Ceylon. Upaya tersebut untuk menghilangkan sisa-sisa kolonialisme.

Baca: Indonesia Bakal Bangun Jalan Layang di Sri Lanka, Juga Jual Gerbong Kereta

8. Basutoland

Basutoland sekarang disebut Lesotho sejak kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1966. Negeri ini berada di Afrika Selatan.

Basutoland dipersatukan sebagai bangsa pada abad ke-19 di bawah Raja Moshoeshoe I.

Kemudian, Basutoland mengajukan permohonan kepada Inggris untuk membantu menangkal penjajah.

Lesotho masih memiliki keluarga kerajaan dan sekarang menjadi monarki konstitusional.

Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris sangat menyukai negeri itu. Dia bersama Pangeran Lesotho, Seeiso, mendirikan yayasan amal untuk anak-anak di Afrika, Sentebale.

9. Kekaisaran Ottoman

Tidak seperti Kekaisaran Austro-Hungaria, Kekaisaran Ottoman, yang masih meliputi Turki dan beberapa daerah sekitarnya pada tahun 1920, selamat dari Perang Dunia I.

Tapi tak lama kemudian, pada tahun 1923, setelah kehilangan sebagian besar wilayahnya, Ottoman menjadi Republik Turki.

Sebelum Perang Besar, Kekaisaran Ottoman berjaya selama 600 tahun meliputi Eropa timur, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Pengaruh Ottoman masih terlihat hingga hari ini dalam budaya dan arsitektur Turki.

Untuk melihat dari dekat, kunjungi Istanbul Grand Bazaar, yang telah memukau pembeli sejak 1455.

Baca: Erdogan Kembali Pimpin Turki, Raih Suara Mayoritas

10. Sikkim

Pernahkah Anda mendengar tentang wilayah pegunungan kecil di Himalaya ini?

Sikkim adalah monarki kedaulatan dari 1642 hingga menjadi protektorat India pada tahun 1950, dan kemudian India pada tahun 1975.

Kini, Sikkim berbatasan dengan Bhutan, Daerah Otonom Tibet di China, dan Nepal.

Daerah Sikkim didominasi pegunungan yang tertutup salju.

Jejak yeti alias snowman diduga ditemukan di Sikkim pada tahun 1948.

11. Persia

Nama Persia muncul pada kerajaan Timur Tengah kuno, salah satu peradaban tertua dalam sejarah.

Sejak puncak kekuasaannya di zaman kuno, Persia sering diperebutkan tetapi masih mempertahankan nama lama sampai 1935, hingga akhirnya menjadi Iran.

Namun, konotasi orang-orang terhadap kata Persia cenderung merujuk
tentang karpet dan kucing.

Padahal, budaya Persia masih terus hidup hingga kini. Gurun di Persia ini pun menjadi petualangan ekstrim di dunia.

12, Siam

Siapa pun yang melihat musikal King and I, bertanya-tanya tentang Raja Siam alias Raja Mongkut (1851-1868).

Siam ini kemudian berubah menjadi Thailand yang diadopsi pada tahun 1939.

Negeri ini yang tidak pernah dijajah bangsa Eropa. Siam merupakan negeri monarki absolut.

Namun, setelah kerusuhan pada abad ke-20, Thailand berubah menjadi monarki konstitusional.

13. Prussia

Prussia, bukan Rusia. Negara Prussia ini meliputi daratan di Eropa tengah dan timur termasuk Jerman dan Polandia saat ini.

Kerajaan Prussia menikmati banyak kesuksesan pada abad ke-18 tetapi mulai kehilangan wilayah pada abad ke-19.

Kemudian terjadi penyatuan kekaisaran Jerman yang menempatkan raja Prussia sebagai pemimpin pada tahun 1871.

Namun, Prussia harus bertekuk di bawah Jerman hingga akhirnya kekaisaran Prussia dihapuskan setelah Perang Dunia I.

Meski begitu, Prussia tetap eksis sebagai negara Jerman hingga tanah itu dibagi dan nama secara resmi diberhentikan setelah Perang Dunia II.

Nama Prussia pun dihapus dari peta dunia selamanya.

Keturunan monarki Prussia tetap membawa gelarnya sampai mati.

Misalnya, Pangeran Georg Friedrich Ferdinand dari Prussia adalah kepala keluarga mantan penguasa saat ini.

Baca: Masjid Tertua di Medan, Arsiteknya Orang Jerman

14. Zanzibar

Kepulauan Zanzibar berada di lepas pantai timur Afrika, terdengar memikat secara eksotis,

Nama ini membuat Anda memikirkan rempah-rempah, penjelajah, dan petualangan.

Zanzibar yang berbentuk kesultanan independen memang dulunya lokasi perdagangan penting pada abad ke-19.

Meskipun menjadi protektorat Inggris, sultan terus memerintah hingga 1964.

Setelah memperoleh kemerdekaan penuh tahun sebelumnya, Zanzibar kemudian bergabung dengan daratan Tanganyika untuk membentuk Tanzania saat ini.

15. Sarawak

Nama Sarawak kini menjadi bagian dari negara Malaysia di Pulau Kalimantan.

Sebelumnya, Sarawak adalah negeri yang penuh dengan keindahan alam.

Negeri ini berupa kerajaan yang didirikan petualang James Brooke pada tahun 1840-an.

Lalu, Sarawak diperintah oleh keturunannya sampai Perang Dunia II, ketika diduduki oleh Jepang dan kemudian diserahkan ke Inggris.

Pada tahun 1963, Sarawak menjadi bagian dari negara baru Malaysia.

Merskipun Brooke berkebangsaan Inggris, dia menolak imperialisme Inggris.

Saat ini, keturunan Keluarga Brooke masih aktif di Sarawak melalui The Brooke Trust.n. (Reader's Digest)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved