Rabu, 15 April 2026

Koran Warta Kota

Polisi: Kalau Masih Ada yang Adakan SOTR, Kami Bubarkan

Polda Metro Jaya melarang kegiatan Sahur on The Road. Alasannya, belakangan kegiatan tersebut membuat warga resah

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Peserta Sahur On The Road yang bawa senjata tajam dihadirkan saat rilis di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018). 

Polda Metro Jaya (PMJ) melarang kegiatan Sahur on The Road (SOTR). Alasannya, belakangan kegiatan tersebut membuat warga resah.

Jika ada yang nekat menggelar SOTR, polisi akan membubarkannya.

"Polda Metro Jaya melarang kegiatan SOTR. Karena kegiatan tersebut diindikasikan akan menimbulkan suatu permasalahan, baik tawuran, balap liar, maupun membawa senjata tajam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/6).

Akibatnya, lanjut Argo, kegiatan tersebut banyak meresahkan maupun merugikan warga. Pihaknya akan menindak jika masih ada kegiatan SOTR seperti itu.

"Jika masih ada yang menggelar SOTR, kami akan bubarkan. Jika ada tindakan pidana, akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," kata Argo.

Seperti diketahui, pada akhir pekan kemarin, kegiatan SOTR di beberapa wilayah sempat menimbulkan keresahan warga.

Di antaranya tawuran di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, dan dan penyiraman air keras di Jatinegara.

Vandalisme

Selain itu, Polda juga akan menindaklanjuti adanya aksi vandalisme di dinding underpass Kuningan-Mampang, Jakarta Selatan. Aksi corat-coret tersebut dilakukan para peserta SOTR.

"Kami akan cari yang mencorat-coret atau melakukan aksi vandalisme fasilitas umum di mana pun. Kami akan tangkap dan proses sesuai hukum berlaku," ujar Argo.

Pasalnya, aksi tersebut merusak fasilitas umum. Terlebih lagi, Jakarta pada Agustus 2018 nanti akan menjadi tuan rumah gelaran Asian Games.

"Vandalisme merupakan aksi yang tidak terpuji, karena merugikan kita semua. Apalagi kita juga akan menyambut Asian Games 2018," katanya.

Tidak mengizinkan

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengecam warga yang masih melakukan Sahur on The Road (SOTR) dan melakukan beberapa kejadian anarkis, salah satunya mencorat-coret tembok underpass Mampang-Kuningan.

"Untuk SOTR, kami sudah menyatakan tegas dari awal bahwa kami tidak mengizinkan SOTR, apalagi menganjurkan. Apalagi SOTR itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," katanya di Balai Kota, Senin (4/6).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved