Amin Maulana & Ali Hypnoter, Dua Sahabat Karib Yang Saling Mendukung Kesuksesan

Pengalaman menarik dan membuat senang Amin Maulana saat menjadi salesman adalah ketika ditolak oleh konsumen yang didatanginya.

Penulis: | Editor: MNur Ichsan Arief
ist
Amin Maulana & Ali Hypnoter 

WARTA KOTA, PALMERAH ----- Upaya Amin Maulana mantan salesman yang menuliskan kisah pengalaman hidupnya dalam sebuah buku  perlu kiranya ditiru semua orang, ia mengaku  puas telah menuangkan segala isi hati dan pikirannya itu dalam sebuah buku yang tentunya akan memberi manfaat ilmu kepada siapapun yang membacanya.

20180603 Amin Maulana & Ali Hypnoter
Amin Maulana & Ali Hypnoter (ist)

Amin yang baru saja menelurkan sebuah buku tentang dunia sales, sudah sangat lama berkeinginan untuk berbagi pengalaman dengan banyak orang mellalui buku yang ditulisnya itu, apalagi usahanya itu banyak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari sahabat karibnya, Ali Hypnoter.

"Di sela kesibukan saya sebagai seorang pebisnis di bidang properti, saya menhyempatkan diri untuk menulis buku tentang pengalaman saya di dunia sales, terus terang saya sudah 30 tahun kerja di bidang itu, jadi sayang rasanya kalau saya tidak membagikan pengetahuan dan pengalaman mengenai dunia sales kepada publik, buku ini berisi pengetahuan bagaimana menjadi sales yang jempolan”, kata Amin Maulana yang mengaku mendapat dorongan yang kuat dari Ali Hypnoter, sahabatnya yang sudah dianggap seperti saudara itu.

Mungkin banyak orang yang tak menyadari, kalau mereka sebenarnya bukan hanya sebagai konsumen tetapi juga sekaligus menjadi seorang sales, contoh sederhananya adalah ketika seseorang membeli sebuah property dan satu ketika dijual kembali, di sini sebenarnya tanpa disadari mereka sudah menjadi seorang sales.

20180603 Amin Maulana & Ali Hypnoter
20180603 Amin Maulana & Ali Hypnoter (ist)

“Kita suka tidak sadar kalau kita sebenarnya seorang sales, satu profesi yang kerap dipandang sebelah mata oleh orang lain, pokoknya semua pengalaman saya saat enjadi sales saya tuangkan di buku ini”, tambah pria kelahiran 28 Februari 1967 ini.

Amin berprinsip kalau ilmu yang dimilikinya itu tidak akan menjadi berkurang bila diberikan dan ditularkan kepada orang lain, tetapi justeru sebaliknya akan terus berkembang dan bertambah,

“Menurut saya pengetahuan itu harus terus disebar virusnya kepada masyarakat dan jangan kita simpen sendiri, padahal ilmu tersebut disampaikan juga ke orang lain tentunya akan berguna bagi yang lainnya”, ujar Amin.

20180603 Amin Maulana & Ali Hypnoter
Amin Maulana & Ali Hypnoter (ist)

Adalah Buku berjudul Dua Sisi, Salesman Vs Konsumen (Biar Cinta Tak Bertepuk Sebelah Tangan) merupakan buku karya pertama dirinya, yang berusaha mengajak orang untuk termotivasi setelah membacanya, rencananya akan kita luncurkan buku motivasi itu tinggal menunggu tanggal mainnya.

“Semua yang saya lakukan, mulai dari menjadi pembicara seminar, konsultan, motivator dan terakhir saya menjadi penulis,semuanya itu saya lakukan karena ingin berbagi pengalaman hidup saya yang mudah mudahan bisa membuat yang membacanya termotivasi dan mengikuti jejak saya”, ucap pria yang oleh lingkungannya dikenal sebagai seorang yang kreatif dan banyak ide ini.

Amin mengakui, perjalanan hidupnya terinspirasi dari pengusaha property sukses, Tjiputra, yang dikenal  sebagai pengusaha properti yang berpengaruh di tanah air serta dari sahabatnya sendiri Ali Hypnoter,

20180603 Amin Maulana & Ali Hypnoter
Amin Maulana & Ali Hypnoter (ist)

“Untuk ini, saya terinspirasi oleh pak Tjiputra, dia memacu semangat saya untuk bisa sukses dan mandiri , karena beliau merintis bisnisnya dari bawah, dan terus berkembang sampai menjadi konglomerat seperti sekarang ini, serta sahabat saya Ali Hypnoter, yang banyak memberi semangat dan dukungan hingga selesainya buku ini”, tutur Amin lagi..

Pengalaman terunik yang dirasakannya saatmenjadi seorang salesman adalah ketika kehadirannya ditolak oleh konsumen, dengan adanya tindakan itu dari konsumen dinilainya malah membuat dia semakin bersemangat untuk membuahkan hasil keringatnya itu.

“Pengalaman yang paling menyenangkan bagi saya adalah ketika saya ditolak oleh konsumen, itulah yang justeru  sebenarnya yang menguatkan saya bagaimana supaya membuat mereka berbalik arah membutuhkan saya”, ungkap Amin.

20180603 Amin Maulana
Amin Maulana (ist)

Meskipun telah berhasil di dunianya, tapi Amin tak mau melupakan orang orang yang ada di sekitarnya, terutama mereka yang sedang kekurangan, Amin berencana menyumbangkan sebagian dana dari penjualan bukunya untuk membantu anak anak di panti asuhan.

“Jangan lupa, selain berbagi Ilmu kita juga harus berbagi materi, dari satu buku yang terjual, sebesar Rp 2 Ribu, akan saya sumbangkan ke panti asuhan bayi dan anak,  karena terus terang saya senang sekaligus prihatinn terhadap nasib mereka yang saat terlahir tidak punya pilihan lain”, ungkap Amin.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved