Hari Lahir Pancasila

Buku Ini Tak Dapat Dipisahkan dari Perjuangan Pancasila Melawan PKI

DALAM bulan Januari 1965, selesailah dicetak sebuah buku dengan judul Sejarah Singkat Perjuangan Bersenjata Bangsa Indonesia.

Buku Ini Tak Dapat Dipisahkan dari Perjuangan Pancasila Melawan PKI
Ade Sulaeman
Buku Sejarah Perjuangan Nasional di bidang Bersenjata 

DALAM bulan Januari 1965, selesailah dicetak sebuah buku dengan judul Sejarah Singkat Perjuangan Bersenjata Bangsa Indonesia.

Buku itu tidak begitu dikenal di luar lingkungan yang terbatas karena oplahnya yang hanya beberapa ribu eksemplar saja, padahal dilihat dari perspektif kemudian mempunyai makna historis dan politis.

Sebabnya ialah karena terjadinya buku itu tidak dapat dipisahkan daripada perjuangan untuk mempertahankan Pancasila terhadap ofensif dari pihak PKI dibantu oleh kekuatan-kekuatan Orde Lama dalam masa-masa menjelang percobaan kup Gestapu/PKI pada tanggal 1 Oktober 1965.

Kursus kader Revolusi

Pada akhir tahun 1964, dalam rangka “meningkatkan ofensif revolusioner sampai kepuncaknya”, dari tanggal 14 September hinggal tanggal 10 November 1964, Ir. Surachmand menyelenggarakan sebuah “Kursus kader revolusi Angkatan Dwikora”.

Seperti kita ketahui kemudian Ir. Surachman adalah oknum PKI yang berhasil diselundupkan ke dalam tubuh Partai Nasional Indonesia, dan bahkan dapat menempati kedudukan selaku Sekretaris Jenderalnya.

Kursus Kader Revolusi itu jelas dimaksudkan sebagai medium untuk menyebarluaskan indoktrinasi nasakom yang merupakan deviasi terhadap konsepsi Pancasila yang murni.

Akan tetapi, sudah barang tentu kekuatan-kekuatan PKI dan Orde Lama harus memperhitungkan kekuatan-kekuatan Pancasila, yang pasti tidak akan tinggal diam.

Karena itulah di dalam Tim Penyelenggara Kursus tersebut secara terus-menerus timbul pertarungan antara kedua kekuatan yang bertentangan itu.

Telah terjadi usaha-usaha dari pihak PKI/Orde Lama untuk mengadakan manipulasi di dalam penentuan dosen-dosen maupun asisten-asisten para dosen.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved