Dua Tahun Berdiri, UrbanAce Siap Ekspansi ke 20 Kota
UrbanAce telah menjual lebih dari 300 unit properti dibantu 300 UrbanAce Ambassador. Tahun ini, target transaksi mencapai Rp 500 miliar.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
SETELAH menggarap pasar properti di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek-Red) selama dua tahun terakhir, perusahaan rintisan di jasa pemasaran properti UrbanAce akan mulai memperluas jangkauannya ke 20 kota di Indonesia.
“Tahun ini kami masih fokus melengkapi layanan di Jabodetabek dan juga mulai membuka cabang di Surabaya. Tahun 2019 nanti kami akan memperluas layanan ke 20 kota seperti Bandung, Solo, Malang, Banjarmasin, Semarang, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya,” kata Ronny Wuisan, Founder dan CEO dari UrbanAce kepada Warta Kota di Good Hood Café Slipi, Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Ronny optimistis dengan peluang usaha rintisan property technology (prop-tech) ini. Pasalnya, sejak berdiri pada akhir 2016 lalu, UrbanAce telah membukukan pendapatan sebesar 22 Juta USD atau setara dengan Rp 286 miliar hingga awal 2018 ini.
“Kami telah menjual lebih dari 300 unit properti dengan bantuan 300 UrbanAce Ambassador (agen properti-Red). Tahun ini kami menargetkan transaksi sebesar Rp 500 miliar,” jelas Ronny.
Baca: UrbanAce Integrasikan Sistem Pemasaran Properti Online dan Offline
Menurut Ronny, UrbanAce optimis diterima di pasar properti Indonesia karena usaha rintisan ini bisa mengintegrasikan pemasaran Offline dan Online (O2O). Inilah keunggulan UrbanAce dibandingkan dengan situs properti atau pun perusahaan properti agent lainnya.
“Pemasaran properti dengan mengandalkan kaki sudah ketinggalan zaman. Apalagi dengan kondisi kemacetan yang melanda kota-kota besar di Indonesia saat ini. Karena itu, butuh terobosan baru dengan menggunakan teknologi digital,” papar Ronny, yang merintis karir sebagai agent/broker properti secara otodidak.
Pemasaran yang memadukan teknologi ditigal dan offline ini penting karena memberikan kemudahan dan pengalaman yang lengkap bagi konsumen saat membeli properti.
Setelah melihat properti yang menjadi target di website, konsumen bisa melakukan janji untuk melihat langsung ke lokasi melalui apps.
“Teknologi yang diterapkan oleh UrbanAce terintegrasi secara online dan offline ini merupakan langkah kami untuk memberikan yang lebih baik bagi komsumen UrbanAce menyajikan fitur inovatif yang memungkinkan konsumen dan properti agent mengelola customer journey properti mereka mulai dari beli, interior, sewa dan jual dalam satu aplikasi,” imbuhnya.
Untuk interior, UrbanAce bermitra dengan desainer interior Fabelio dan Dizen. UrbanAce juga bermitra dengan Asia Holiday di penyediaan travel dan tour untuk reward kepada properti agent.
UrbanAce Academy
Selain menggunakan teknologi yang lebih mendekatkan UrbanAce Ambasador dengan konsumen, UrbanAce juga memiliki UrbanAce Academy yang menawarkan pelatihan khusus bagi para UrbanAce Ambasador.
Para agen ini dinilai bukan hanya dari penjualan yang terjadi (closing deals), namun juga berdasarkan pada proses dan pelayanan yang rajin serta feedback positif dari konsumen.
“Para UrbanAce Ambasador yang bekerja keras dan mengikuti prosedur dengan baik dan memberi layanan dengan baik mendapatkan kompensasi, sehingga pendapatan tidak hanya berasal dari komisi,” tutur Ronny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180525-ronny-wuisan_20180525_095357.jpg)