UrbanAce Integrasikan Sistem Pemasaran Properti Online dan Offline

Melalui platform UrbanAce, perusahaan ini mengintegrasikan sistem pemasaran real estate secara online dan offline (O2O).

UrbanAce Integrasikan Sistem Pemasaran Properti Online dan Offline
Istimewa
FOUNDER dan CEO UrbanAce Ronny Wuisan (ketiga dari kiri) sedang memberikan penjelasan tentang UrbanAce kepada para wartawan dalam acara Press Launching Event UrbanAce di Wisma Barito Pacifik, Jakarta, Rabu (9/5/2018) 

USAHA rintisan (start-up) sedang menjadi tren saat ini. Bisnis model ini merambah berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali sektor properti.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan usaha rintisan di bidang teknologi properti  (prop-tech) adalah PT Puncak Properti Solusindo. Melalui platform  UrbanAce, perusahaan ini mengintegrasikan sistem pemasaran real estate secara online dan offline  (O2O).

Founder dan CEO UrbanAce Ronny Wuisan mengatakan, UrbanAce hadir sebagai platform bagi para agen properti untuk melayani konsumen dalam menemukan atau pun memasarkan properti idamannya. UrbanAce sendiri adalah anggota AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia).

“Kehadiran UrbanAce di dunia properti Indonesia dilatarbelakangi oleh perubahan perilaku konsumen, perkembangan era digital dan teknologi. Teknologi digital semakin terasa di industri properti di mana dalam hal pengelolaan properti konsumen lebih memilih proses yang praktis dan cepat,” kata Ronny dalam konferensi pers di Wisma Barito Pacific, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

FOUNDER dan CEO UrbanAce Ronny Wuisan (ketiga dari kiri) berfoto bersama dengan jajaran staf UrbanAce dalam acara Press Launching Event UrbanAce di Wisma Barito Pacific Jakarta, Rabu (9/5/2018).
FOUNDER dan CEO UrbanAce Ronny Wuisan (ketiga dari kiri) berfoto bersama dengan jajaran staf UrbanAce dalam acara Press Launching Event UrbanAce di Wisma Barito Pacific Jakarta, Rabu (9/5/2018). (Istimewa)

UrbanAce menyajikan fitur inovatif yang memungkinkan konsumen dan UrbanAce Ambassador (sebutan untuk properti agent-Red)  mengelola customer journey mereka dengan mudah mulai dari beli,  interior, sewa dan jual dalam satu aplikasi.

“Teknologi yang diterapkan oleh UrbanAce terintegrasi secara online dan offline.  Untuk interior, UrbanAce bermitra dengan desainer interior Fabelio dan Dizen. Kemitraan dengan Fabelio dan Dizen merupakan langkah kami memberikan yang lebih baik bagi konsumen,” papar Ronny.

Residensial

Sejak didirikan pada akhir 2016 lalu, hingga kini UrbanAce telah menjual sekitar 300 unit properti dengan transaksi mencapai 22 juta US Dollar atau sekitar Rp 320 miliar. Properti yang paling banyak dibeli konsumen melalui aplikasi ini adalah residensial (rumah/apartemen).

“Sekitar 80% pembeli kami mencari residensial (rumah atau apartemen). Sisanya, ruko, gudang dan furnitur,” ujar Ronny.

Tahun ini UrbanAce menargetkan transaksi Rp 700 miliar. Untuk itu, perusahaan ini akan membuka cabang di Surabaya pada kuartal IV 2018 ini.

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help