Rabu, 8 April 2026

AM Terharu Bisa Sahur Bersama-sama di Tahanan Mapolsek Tebet

Seorang tahanan, AM (28), terharu dengan momentum sahur maupun buka puasa bersama tahun ini.

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Feryanto Hadi
Kapolsek Tebet, Komisaris Maulana J Karepesina mengatakan, ada 11 tahanan beragama Muslim yang turut dalam kegiatan sahur bersama ini. 

WARTA KOTA, TEBET---Seorang tahanan, AM (28), terharu dengan momentum sahur maupun buka puasa bersama tahun ini.

Sebelumnya, yang ada di benaknya, hari-hari penuh penyesalan akan ia rasakan selama hidup di balik jeruji besi.

Baca: Rutan Bagansiapiapi Dihuni 799 Orang, Padahal Kapasitasnya Cuma untuk 98 Tahanan dan Napi

Bayangan menjalani puasa maupun berlebaran dengan keluarga pun hanya menyisakan kesedihan.

Namun, kali ini ada secercah kegembiraan. Ia bersama tahanan lain bisa makan bersama dalam suasana keluarga baru.

Baca: Kartika Putri Tolak Tawaran Kerja di Jam Sahur, Buka, dan Tarawih

Terkadang, ada gelak tawa terdengar di sela canda yang mereka lakukan.

"Ya saya merasa sangat senang, bahagia dan berharap untuk sering diajak makan sahur bersama seperti ini," kata AM yang merupakan tahanan kasus curanmor asal Lampung Timur, Minggu (20/5/2018).

"Kami merasa sangat dimanusiakan, karena keluarga saya kan jauh dan tidak bisa mengirimkan makanan sahur."

Baca: Polisi Imbau Masyarakat Tidak Lakukan Sahur On The Road, Suka Jadi Pemicu Tawuran

Ia adalah satu dari belasan narapidana sejumlah kasus di tahanan Mapolsek Tebet, Jakarta Selatan, yang bersama-sama menyantap aneka makanan menu sahur di tahanan Mapolsek Tebet.

Polsek Tebet sengaja menghadirkan menu yang spesial agar napi turut bisa merasakan berkah Ramadan di masa-masa sulit jauh dari keluarga, akibat kejahatan yang mereka lakukan.

Kapolsek Tebet Komisaris Maulana J Karepesina mengatakan, sedikitnya ada 11 tahanan beragama Muslim yang turut dalam kegiatan sahur bersama ini.

"Tahanan juga manusia dan sudah merupakan kewajiban kami untuk memanusiakan mereka. Bukan cuma saat bulan penuh berkah ini, tapi kegiatan seperti ini bisa diterus ditingkatkan termasuk giat ibadah dengan tahanan," katanya.

Kegiatan keagamaan lain yang dilakukan adalah dengan memberikan tausiah kepada para tahanan.

Baca: Atur Menu Sehat saat Santap Sahur dan Berbuka Puasa Selama Ramadan

Hal ini, kata Maulana, agar para tahanan menyadari bahwa kejahatan yang mereka lakukan selain akan berkonsekuensi hukum juga akan mendapat balasan di akhirat nanti.

"Kami juga kasih tausiah. Harapannya agar penyelasan yang mereka lakukan sungguh-sungguh dan mereka tidak mengulangi lagi kejahatan serta bisa mencari pekerjaan yang halal setelah bebas nanti," kata Maulana. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved