Teroris Serang Gereja di Surabaya
Kisah Daniel, Anak 15 Tahun Korban Bom yang Halangi Mobil Teroris
"Tuhan mengasihi kita semua. Daniel menjadi pahlawan. Kita harus bersyukur, kita harus kuat. minta Tuhan kekuatan. Semua itu kehendak-Nya.."
"Anaknya baik-baik saja, anak yang taat dan penurut. Saya selalu ajarkan kamu harus cinta dan setia pada Tuhan, suka berdoa dan baca Firman Tuhan. Itu sehari-hari yang dilakukannya," ungkap Sumijah sambil terisak.
"Dia juga menjadi teladan di sekolah dan gereja. Guru dan teman-temannya kemarin semua datang. Anaknya penurut, ngga pernah bikin ulah. Tetangga dari dia bayi pun pada datang semua. (Daniel) Ngga pernah bikin ulah, ngga pernah macam-macam. Main sama teman-teman ya biasa-biasa saja. Anaknya penurut, bisa gaul dengan siapa saja," tambah Sumijah dengan suara bergetar.
Sementara itu, sang kakak, Novi, terus menangis. Dia disebut sangat terpukul dengan kepergian sang adik.
"Novi harus tegar ya. Kalau Novi kuat, Uti kuat," ucap Sumijah sambil memeluk Novi.
"Tuhan mengasihi kita semua. Daniel menjadi pahlawan. Kita harus bersyukur, kita harus kuat. minta Tuhan kekuatan. Semua itu kehendak-Nya. Hanya bersyukur, Tuhan itu baik, selalu baik," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Air Mata untuk Daniel, Anak 15 Tahun yang Meninggal Saat Halau Mobil Pelaku Bom"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180518-daniel-agung-putra-kusuma_001_20180518_173006.jpg)