Jumat, 17 April 2026

Ketika Guru Tarakanita Belajar Lagi Soal Lingkungan Hidup

Ada saatnya para guru dan karyawan Yayasan Tarakanita menyegarkan kesadaran mengenai perlunya menjaga lingkungan hidup.

istimewa
Para guru dan karyawan Yayasan Tarakanita menyimak penjelasan beberapa murid SD tentang pembuatan kertas daur ulang. 

SUASANA hangat penuh kekeluargaan mewarnai seminar sehari yang diadakan di SD Tarakanita 5 Rawamangun, Selasa (15/5/2018) pukul 09.00-13.00.

Seminar lingkungan hidup dengan tema Setia Misi Mencintai Ibu Bumi Rahim Kehidupan diikuti 90 orang dari kalangan guru dan karyawan Yayasan Tarakanita dari Jakarta, Tangerang yang sehari-hari bekerja di KB, TK, sampai SMA.

Sr Marisa CB
Sr Marisa CB (isstimewa)

Sr Marisa CB mengatakan, seminar digelar dalam rangka Kegiatan Jubile 100 Tahun Carolus Borromeus. Pembicara lain adalah Paula Ruliyati Puji Lestari, kepala sekolah dan salah seorang guru senior di SD Tarakanita.

Kegiatan dibuka dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Tarakanita. Acara dipandu ibu Titin dan ibu Tika dari SMP Tarakanita 4 Rawamangun.

Menyanyikan Mars Tarakanita.
Menyanyikan Mars Tarakanita. (istimewa)

Sr Marisa CB memaparkan bahayanya kebiasaan membuang sampah sembarangan tanpa pengolahan yang baik, terutama sampah plastik dan streofoam.

Kedua jenis sampah yang tergolong sangat sering dibuang manusia itu sangat sulit terurai secara alami dan dampaknya sangat merusak lingkungan.

Sedangkan ibu Ruli menekankan tentang pentingnya penghematan air serta listrik yang digunakan setiap hari.

Ibu Ruli memaparkan tentang proses pembuatan kompos dari bahan organik.
Ibu Ruli memaparkan tentang proses pembuatan kompos dari bahan organik. (istimewa)

Selain itu, tindakan sederhana namun bermakna besar yang dapat dilakukan terkait penggunaan kertas bagi perkantoran dan sekolah-sekolah. 

Dengan mengurangi penggunaan kertas, dengan sendirinya dapat mengurangi penebangan tak terkendali pohon-pohon yang merupakan bahan baku pembuatan kertas. 

Tidak sampai disitu, ibu Ruli juga memperkenalkan alat untuk pembuatan pupuk yang dibuat dari sampah organik.

Peserta seminar juga diajak melihat proses daur ulang kertas yang dilakukan oleh Green Carlo dari SD Tarakanita 5.

Para murid menunjukkan proses pembuatan kertas daur ulang.
Para murid menunjukkan proses pembuatan kertas daur ulang. (istimewa)

Dari kegiatan ini peserta banyak belajar tentang pentingnya kesadaran diri sendiri agar generasi yang akan datang dapat menikmati udara bersih serta air yang berlimpah.  

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved