Selasa, 28 April 2026

119 Sekolah Hasil Rehab Berat 2017 Diaudit Inspektorat Utusan Anies

119 sekolah hasil Rehab berat tahun 2017 diperiksa tim inspektorat Pemprov DKI Jakarta, Kamis (17/5/2018).

WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Tim Inspektorat tengah menghitung volume pemasangan keramin di SDN Duri Utara 05/06 Jakarta Barat. 

119 sekolah hasil Rehab berat tahun 2017 diperiksa tim inspektorat Pemprov DKI Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Masing-masing tim memeriksa satu per satu sekolah. Pemeriksaan dikabarkan atas keinginan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Anies meminta Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Zainal, untuk mengecek setiap sekolah hasil rehab berat lantaran ada dugaan anggaran fiktif dalam proyek dengan nilai kontrak senilai Rp 180 milliar tersebut.

Proyek tersebut dikerjakan PT Murni Konstruksi Indonesia dengan pengawasan PT Bina Karya, dan pejabat pembuat komitmen (PPK) perencanaan dan pengawasan, Ida Subaedah yang juga menjabat Kasudin Pendidikan Jakarta Pusat. 

"Gubernur yang perintahkan ke Pak Zainal. Hari ini 119 sekolah yang direhab berat itu didatangi inspektorat," kata salah seorang anggota tim inspektorat yang kebagian tugas mengecek di SDN Duri utara 05/06, Jakarta Barat kepada Warta Kota siang tadi.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, Zainal, mengaku memang akan segera menurunkan tim ke masing-masing sekolah hasil rehab berat tahun 2017 tersebut. 

Pantauan Warta Kota, di SDN Duri Utara 05/06 dan SDN Pinangsia 01/02, tim inspektorat memeriksa setiap spesifikasi yang tertera di dokumen kontrak akhir. 

"Ini ada beberapa volume yang kalau kita hitung hasilnya lebih sedikit dari yang ada di kontrak," kata anggota tim inspektorat di SDN Duri Utara 05/06.

Di SDN Pinangsia 05/06, tim menemukan fakta sesuai pemberitaan Warta Kota, dimana ditemukan baut atap tak dipasang, lisplank tak dipasang sesuai kontrak, begitu juga keramik tepi tak dipasang sesuai kontrak.

Lebih lengkapnya, baca berita terdahulu :

Baca: Pak Anies! Ini Fakta Dugaan Anggaran Fiktif di Proyek Rehab Berat Sekolah 2017

Baca: Pak Anies! Baut Besi Atap Sekolah Tak Dipasang Sama Kontraktor Rehab Berat

Baca: Taufik Gerindra Sebut Kontraktor Rehab Berat Sekolah Curi Spesifikasi Kontrak

Bahkan tim inspektorat di SDN Pinangsia 05/06, dibingungkan dengan anggaran dalam kontrak dengan nama jasa pemasangan separator dalam pekerjaan di bagian atap bangunan.

Salah seorang utusan PT Murni Konstruksi Indonesia (kontraktor pelaksana proyek tersebut), juga tak dapat menjelaskan benda yang dimaksud separator itu. 

Tim Inspektorat Provinsi DKI Jakarta naik ke bagian atap untuk mengaudit hasil pekerjaan rehab berat sekolah 2017 di SDN Pinangsia 01/02 Jakarta Barat, Kamis (17/5/2018)
Tim Inspektorat Provinsi DKI Jakarta naik ke bagian atap untuk mengaudit hasil pekerjaan rehab berat sekolah 2017 di SDN Pinangsia 01/02 Jakarta Barat, Kamis (17/5/2018) (WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW)

Sementara di SDN Duri Utara 05/06, tim inspektorat yang dipimpin seorang pria bernama Tony, menemukan perbedaan ukuran volume dari fakta di lapangan dengan yang tertera di dokumen kontrak. 

Dari hasil hitungannya, kata Tony, dia menemukan barang-barang yang terpasang di lapangan volumenya lebih kecil ketimbang yang tertera di dokumen kontrak. 

Tony mengaku tak dapat menyelesaikan penghitungan volume seluruh barang yang ada di spesifikasi kontrak dalam sehari. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved