Kurma Tunisia Bertangkai Paling Banyak Diburu Jelang Bulan Suci Ramadan
Satu hari menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat memadati Pasar Tanah Abang untuk mencari buah kurma.
SATU hari menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat memadati Pasar Tanah Abang untuk mencari buah kurma.
Buah wajib yang ada di meja makan ini memang dikenal memiliki kasiat yang baik untuk orang berpuasa, salahsatunya bisa menahan rasa lapar.
Dari pantauan Warta Kota, di Blok B lantai LG terdapat beberapa toko khusus menjual berbagai jenis kurma yang dikerumuni pembeli, satu diantaranya adalah Toko Sultan Ali.
Toko ini menyediakan berbagai macam kurma mulai dari yang eceran hingga yang sudah dikemas dalam dus. Harganya pun beragam, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 600.000 perkilonya, tergantung jenis.
Mengetahui banyak peminatnya, pedagang kurma sengaja mendatangkan stok lebih banyak dibandingkan hari biasa, karena sudah memprediksi pembeli kurma akan membeludak mulai H-3 puasa.
"Ini kita nambah pasokan kurma dua ton dari seminggu yang lalu, alhamdulillah dari pagi yang beli enggak berhenti-berhenti," ujar pedagang kurma, Sobirin, Rabu (16/5/2018).
Sobir mengatakan Kurma Tunisia yang paling banyak diburu pembeli, sebab kurma bertangkai ini memiliki rasa yang manis, daging yang lembut serta harga yang terjangkau.
"Ini yang bertangkai yang paling sering dicari pembeli, bentuknya lonjong, rasanya paling enak dan manfaatnya paling bagus," ujarnya.
Kurma Tunisia dibandrol Rp 90.000 per kilogram dan dipercaya memiliki manfaat antioksidan alami yang bagus untuk kekebalan tubuh orang berpuasa.
Sementara kurma yang paling mahal adalah kurma azwa atau lebih sering disebut kurma nabi. Dibandrol hingga Rp 600.000 perkilonya, kurma ini memiliki teksur yang kering diluar, namun sangat lembut didalam.
Kurma nabi juga memiliki khasiat yang sangat baik, bahkan sebagian orang mempercayai kurma nabi bisa menyembuhkan penyakin kanker jika rutin memakannya.
"Suka sih pasti pada suka, tapi kan harganya mahal, jadi tidak selaku Tunisia, paling orang beli seperempat, tapi harganya kalau seperempat Rp 175.000 ya," ungkap Sobir.
Banyak juga pembeli yang memilih kurma yang sudah dikemas seperti Palm Fruit. Dibandrol Rp 45.000 - Rp 65.000 perkotak dengan isi 500 gram.
"Kalau saya lebih pilih yang ecer ya, lebih mahal tapi kan kita bisa pilih, bisa lihat teksturnya. Kalau sudah didalam kemasan kita enggak tahu yang dibawahnya seperti apa," ungkap Yuli pembeli kurma di Pasar Tanah Abang.
Namun Yuli menyarankan membeli yang sudah dikemas jika untuk buah tangan. Sebab kalau ecer hanya dibungkus plastik putih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180516kurma-tunisia-bertangkai-paling-banyak-diburu-jelang-bulan-suci-ramadan_20180516_192701.jpg)